15 Kebiasaan yang Dapat Merusak Gigi

15 Kebiasaan yang Dapat Merusak Gigi - DX Dental Aesthetic

DX Dental Aesthetic – Banyak orang berpikir bahwa menjaga kesehatan gigi hanya sebatas menyikat gigi dua kali sehari dan rutin periksa ke dokter gigi. Padahal, tanpa disadari, ada banyak kebiasaan yang dapat merusak gigi yang sering kita lakukan setiap hari. Mulai dari kebiasaan mengunyah es batu, menggigit kuku, membuka bungkus dengan gigi, hingga konsumsi minuman manis berlebihan — semuanya bisa memberi efek buruk bagi gigi dalam jangka panjang.

Gigi bukan hanya soal estetika. Ia berperan penting dalam proses mengunyah, berbicara, dan menjaga struktur wajah. Oleh karena itu, mengenali kebiasaan-kebiasaan yang bisa merusak gigi menjadi langkah penting untuk mencegah kerusakan sejak dini.

Artikel ini akan membahas secara lengkap berbagai kebiasaan yang dapat merusak gigi, dampaknya terhadap kesehatan mulut, serta cara mengatasinya agar gigi tetap kuat, sehat, dan indah dalam jangka panjang.

Mengapa Kebiasaan Sehari-hari Bisa Merusak Gigi?

Sebelum masuk ke daftar kebiasaannya, kita perlu memahami dulu kenapa kebiasaan kecil bisa berdampak besar pada kesehatan gigi.

Struktur gigi terdiri dari enamel (lapisan luar yang keras), dentin (lapisan tengah yang lebih lembut), dan pulpa (bagian dalam berisi saraf dan pembuluh darah). Enamel memang sangat kuat — bahkan lebih keras dari tulang — tapi tetap bisa rusak oleh gesekan, tekanan, asam, atau kebiasaan buruk tertentu.

Masalahnya, enamel yang rusak tidak bisa tumbuh kembali. Begitu lapisan pelindung ini terkikis, gigi akan menjadi lebih sensitif, mudah berlubang, bahkan patah. Maka dari itu, menjaga gigi berarti juga menghindari berbagai kebiasaan yang bisa merusak enamel atau memicu peradangan di gusi.

Berikut Kebiasaan yang Dapat Merusak Gigi

Berikut ini adalah beberapa kebiasaan yang dapat merusak gigi yang sering dilakukan tanpa disadari, beserta penjelasan lengkap dan cara menghindarinya.

1. Sering Mengonsumsi Minuman Manis dan Bersoda

Siapa yang tidak suka minuman dingin dan manis? Sayangnya, minuman bersoda, jus kemasan, dan kopi dengan gula tinggi adalah musuh utama gigi. Gula yang menempel di permukaan gigi akan dimanfaatkan oleh bakteri untuk menghasilkan asam. Asam inilah yang mengikis enamel gigi dan menyebabkan gigi berlubang.

Selain itu, kandungan asam dalam minuman bersoda juga secara langsung mengikis lapisan pelindung gigi. Bahkan, “sparkling water” atau air berkarbonasi tanpa gula sekalipun bisa bersifat asam dan berpotensi merusak enamel jika dikonsumsi berlebihan.

Solusi:

  • Batasi konsumsi minuman manis dan bersoda.
  • Gunakan sedotan untuk mengurangi kontak langsung dengan gigi.
  • Kumur air putih setelah minum minuman asam atau manis.

2. Mengunyah Es Batu

Banyak orang merasa mengunyah es batu menyegarkan, apalagi saat cuaca panas. Namun, ini termasuk kebiasaan yang dapat merusak gigi paling sering terjadi.

Es batu memiliki tekstur keras yang bisa membuat enamel gigi retak atau bahkan menyebabkan gigi patah jika dilakukan terus-menerus. Selain itu, perubahan suhu mendadak dari dingin ekstrem dapat membuat gigi sensitif.

Solusi:
Jika suka sensasi dingin, lebih baik seruput minuman dingin tanpa mengunyah esnya. Atau ganti kebiasaan itu dengan mengunyah wortel dingin atau apel segar yang lebih aman.

3. Menggigit Kuku (Nail Biting)

Kebiasaan menggigit kuku bukan hanya tidak higienis, tetapi juga bisa menimbulkan tekanan berlebih pada gigi depan. Akibatnya, struktur gigi bisa bergeser, retak, atau mengalami kerusakan mikro.

Selain itu, kebiasaan ini juga dapat memicu infeksi karena bakteri dari kuku bisa berpindah ke dalam mulut.

Solusi:
Potong kuku secara rutin, gunakan kuteks pahit sebagai pengingat, atau alihkan stres ke aktivitas lain seperti meremas stress ball.

4. Membuka Bungkus atau Tutup Botol dengan Gigi

Pernah membuka bungkus makanan atau botol dengan gigi karena malas mencari alat bantu? Kebiasaan ini bisa membuat gigi patah, retak, atau melukai gusi. Gigi tidak diciptakan untuk berfungsi sebagai “alat pembuka.”

Solusi:
Gunakan gunting, pembuka botol, atau tangan. Jangan jadikan gigi sebagai pengganti alat bantu rumah tangga.

5. Menggertakkan atau Menggemeretakkan Gigi (Bruxism)

Sebagian orang memiliki kebiasaan menggertakkan gigi saat tidur atau dalam kondisi stres. Kebiasaan ini dapat menyebabkan enamel terkikis, gigi aus, bahkan nyeri pada rahang dan kepala.

Bruxism sering kali tidak disadari, terutama saat tidur malam. Jika dibiarkan, bisa menimbulkan keretakan pada gigi dan menurunkan kualitas tidur.

Solusi:

  • Gunakan pelindung gigi malam (mouth guard) yang dibuat oleh dokter gigi.
  • Kurangi stres dengan teknik relaksasi seperti meditasi atau yoga.

6. Menyikat Gigi Terlalu Kuat

Menyikat gigi memang penting, tapi melakukannya dengan tekanan berlebihan bisa berbahaya. Tekanan keras saat menyikat dapat merusak enamel dan menyebabkan gusi turun (receding gums), yang membuat gigi tampak lebih panjang dan sensitif.

Solusi:
Gunakan sikat gigi berbulu lembut dan lakukan gerakan memutar ringan selama dua menit. Fokus pada teknik, bukan kekuatan.

7. Jarang Mengganti Sikat Gigi

Sikat gigi yang sudah lama digunakan bisa menjadi sarang bakteri. Selain itu, bulunya yang sudah rusak tidak lagi efektif membersihkan plak. Umumnya, sikat gigi perlu diganti setiap 3 bulan atau ketika bulunya mulai mekar.

Solusi:
Ganti sikat gigi secara rutin dan keringkan setelah digunakan untuk mencegah pertumbuhan bakteri.

8. Merokok

Tidak diragukan lagi, merokok adalah salah satu kebiasaan yang dapat merusak gigi paling serius. Kandungan nikotin dan tar pada rokok dapat menyebabkan gigi menguning, bau mulut, dan meningkatkan risiko penyakit gusi serta kanker mulut.

Rokok juga menghambat aliran darah ke gusi, sehingga memperlambat proses penyembuhan luka di rongga mulut.

Solusi:
Berhenti merokok sepenuhnya. Jika sulit, minta bantuan profesional atau konsultasikan dengan dokter untuk program berhenti merokok.

9. Sering Makan Camilan Manis di Antara Waktu Makan

Makan makanan manis seperti permen, cokelat, atau biskuit di sela waktu makan membuat gigi terus-menerus terpapar gula. Ini memberi bakteri kesempatan terus-menerus untuk menghasilkan asam yang merusak enamel.

Solusi:
Batasi konsumsi camilan manis dan segera minum air putih atau sikat gigi setelahnya.

10. Mengunyah Benda Asing (Seperti Pulpen)

Beberapa orang memiliki kebiasaan tidak sadar menggigit ujung pulpen, pensil, atau sedotan plastik saat berpikir. Tekanan berulang pada gigi depan dapat menyebabkan retak mikro atau perubahan posisi gigi.

Solusi:
Sadari kebiasaan ini dan alihkan dengan mengunyah makanan sehat seperti kacang almond (dengan porsi kecil) atau wortel.

11. Mengabaikan Kebersihan Lidah

Membersihkan lidah sering diabaikan, padahal permukaan lidah bisa menjadi tempat berkumpulnya bakteri penyebab bau mulut. Jika tidak dibersihkan, bakteri ini juga bisa menempel kembali ke gigi dan membentuk plak.

Solusi:
Gunakan pembersih lidah (tongue scraper) atau gosok lembut lidah dengan sikat gigi setiap kali menyikat gigi.

12. Tidak Minum Air yang Cukup

Air membantu membilas sisa makanan dan menjaga produksi air liur tetap optimal. Air liur sangat penting karena berfungsi menetralkan asam dan melindungi enamel. Kurang minum air bisa membuat mulut kering (xerostomia) dan meningkatkan risiko gigi berlubang.

Solusi:
Minum air putih setidaknya 8 gelas per hari, terutama setelah makan.

13. Menggunakan Gigi untuk Mengunyah Bahan Non-Makanan

Beberapa orang punya kebiasaan menggigit tutup botol, plastik, bahkan kuku palsu. Tekanan yang tidak seharusnya ini dapat menyebabkan gigi retak, patah, atau bahkan mencederai rahang.

Solusi:
Gunakan alat bantu sesuai fungsi, bukan gigi. Jika merasa sering melakukannya, buat catatan kecil atau pengingat di tempat kerja atau rumah.

14. Mengabaikan Jadwal Periksa Gigi

Banyak orang hanya pergi ke dokter gigi jika sudah merasa sakit. Padahal, pemeriksaan rutin setiap 6 bulan sangat penting untuk mendeteksi masalah sejak dini seperti plak, karang gigi, atau lubang kecil sebelum berkembang menjadi besar.

Solusi:
Jadwalkan pemeriksaan rutin, walau tidak ada keluhan. Pemeriksaan dini bisa mencegah biaya besar di masa depan.

15. Konsumsi Alkohol Secara Berlebihan

Alkohol bersifat dehidrasi dan dapat menurunkan produksi air liur. Akibatnya, mulut menjadi kering, gigi mudah rusak, dan risiko karies meningkat. Selain itu, minuman beralkohol seperti wine juga bisa menyebabkan gigi berubah warna.

Solusi:
Kurangi konsumsi alkohol dan minum air putih setelahnya untuk menetralkan pH mulut.

Dampak Jangka Panjang dari Kebiasaan Buruk terhadap Gigi

Jika dibiarkan, kebiasaan-kebiasaan di atas dapat menimbulkan berbagai masalah, antara lain:

  • Karies gigi (gigi berlubang) akibat plak dan asam.
  • Gusi turun karena tekanan berlebihan saat menyikat.
  • Gigi sensitif akibat enamel terkikis.
  • Gigi patah atau retak karena tekanan fisik.
  • Perubahan warna gigi karena rokok atau minuman tertentu.
  • Penyakit gusi seperti gingivitis dan periodontitis.

Semua masalah ini tidak hanya memengaruhi kesehatan mulut, tetapi juga kualitas hidup. Rasa sakit, bau mulut, atau kehilangan gigi bisa menurunkan kepercayaan diri dan membuat seseorang kesulitan makan dengan nyaman.

Cara Mencegah Kerusakan Gigi Akibat Kebiasaan Buruk

Berikut langkah-langkah sederhana untuk menjaga gigi tetap sehat:

  1. Sikat gigi minimal dua kali sehari dengan teknik yang benar.
  2. Gunakan benang gigi (dental floss) setiap hari.
  3. Batasi konsumsi makanan dan minuman manis atau asam.
  4. Hindari penggunaan gigi untuk membuka benda keras.
  5. Periksa ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali.
  6. Minum air putih cukup dan hindari rokok serta alkohol.
  7. Sadari dan hentikan kebiasaan tidak sehat seperti menggigit kuku atau mengunyah benda keras.

Kebiasaan yang Dapat Merusak Gigi dan Solusinya

Kebiasaan yang Dapat Merusak GigiDampak terhadap GigiSolusi yang Disarankan
Mengunyah es batuGigi retak, enamel rusakHindari mengunyah es, seruput minumannya
Menyikat gigi terlalu kerasGusi turun, enamel terkikisGunakan sikat lembut dan teknik lembut
MerokokGigi kuning, penyakit gusiBerhenti merokok
Minuman manis dan bersodaGigi berlubang, enamel terkikisBatasi konsumsi, kumur air putih
Menggigit kuku atau benda kerasGigi retak, bergeserHentikan kebiasaan, alihkan stres
Mengabaikan periksa gigi rutinMasalah tak terdeteksiKunjungi dokter tiap 6 bulan
Konsumsi alkohol berlebihanMulut kering, perubahan warnaKurangi alkohol, perbanyak air putih

Penutup

Menjaga kesehatan gigi tidak hanya soal menyikat gigi dan menggunakan pasta berfluoride. Banyak hal kecil yang tanpa disadari bisa merusak gigi secara perlahan. Kebiasaan yang dapat merusak gigi seperti mengunyah es, minum soda, atau membuka botol dengan gigi terlihat sepele, tetapi efeknya bisa fatal jika dilakukan terus-menerus.

Kabar baiknya, semua kebiasaan tersebut bisa diubah. Dengan sedikit kesadaran, pengetahuan, dan disiplin, Anda bisa menjaga gigi tetap sehat, kuat, dan indah seumur hidup.

Ingatlah, gigi yang sehat adalah investasi jangka panjang — bukan hanya untuk penampilan, tapi juga untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan.

by: drg. Sany Antika W., Sp.Perio

Konsultasi di DX Dental Aesthetic

Di DX Dental Aesthetic, kami menggunakan teknologi terkini dan material berkualitas tinggi untuk memberikan hasil veneer yang natural, awet, dan nyaman. Dokter gigi kami berpengalaman dalam perawatan estetika gigi, termasuk veneer, untuk berbagai kebutuhan pasien.

Sudah siap memiliki senyum sehat dan menawan?
DX Dental Aesthetic hadir dengan layanan lengkap dan tenaga medis profesional untuk bantu wujudkan senyum terbaik Anda.
💬 Konsultasikan kebutuhan perawatan gigimu sekarang!

📍 Kunjungi kami di:
🔹 DX Dental Aesthetic Kedungsari
Jl. Kedungsari No.66, Kedungdoro, GHJ, Surabaya, Jawa Timur 60261

🔹 DX Dental Aesthetic MERR
Ruko Purimas, Jl. Dr. Ir. H. Soekarno B12 no 22, Gn. Anyar, Kec. Gn. Anyar, Surabaya, Jawa Timur 60294

📱 Hubungi kami via WhatsApp untuk booking & info lebih lanjut.

Leave a Comment

Promo DX Dental Aesthetic Januari 2026