DX Dental Aesthetic — Gigi sensitif merupakan keluhan yang cukup sering dialami oleh banyak orang, namun sayangnya masih kerap dianggap sebagai masalah ringan. Padahal, rasa ngilu atau nyeri tajam yang muncul saat mengonsumsi makanan dan minuman dingin, panas, manis, atau asam bisa menjadi tanda adanya gangguan pada kesehatan gigi dan gusi.
Menariknya, tidak semua penyebab gigi sensitif disadari oleh penderitanya. Banyak orang merasa sudah rajin menyikat gigi dan menjaga kebersihan mulut, tetapi tetap mengalami gigi sensitif. Hal ini menunjukkan bahwa ada faktor-faktor lain yang sering luput dari perhatian.
Dalam artikel ini, kita akan membahas 5 penyebab umum gigi sensitif yang jarang disadari, sekaligus membantu kamu memahami bagaimana kondisi ini bisa terjadi dan apa yang bisa dilakukan untuk mencegahnya.
Apa Itu Gigi Sensitif?
Gigi sensitif adalah kondisi ketika gigi bereaksi berlebihan terhadap rangsangan tertentu. Rangsangan tersebut bisa berupa suhu dingin, panas, tekanan saat menggigit, hingga rasa manis dan asam.
Secara medis, gigi sensitif terjadi ketika lapisan pelindung gigi, yaitu enamel, menipis atau ketika akar gigi terbuka akibat gusi yang turun. Saat hal ini terjadi, rangsangan dari luar akan langsung memengaruhi dentin dan saraf gigi, sehingga menimbulkan rasa ngilu atau nyeri.
Mengapa Gigi Sensitif Tidak Boleh Diabaikan?
Banyak orang memilih untuk “menahan” rasa ngilu dan menganggapnya sebagai hal biasa. Padahal, gigi sensitif bisa menjadi tanda awal dari masalah yang lebih serius, seperti kerusakan enamel, penyakit gusi, atau bahkan infeksi pada jaringan gigi.
Jika tidak ditangani dengan tepat, gigi sensitif dapat berkembang menjadi nyeri berkepanjangan, gigi berlubang, atau kerusakan gigi yang memerlukan perawatan lebih kompleks.
Kebiasaan Sehari-hari Bisa Menjadi Pemicu
Tanpa disadari, kebiasaan sehari-hari justru menjadi faktor utama penyebab gigi sensitif. Berikut ini adalah 5 penyebab umum gigi sensitif yang jarang disadari, namun sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
Menyikat Gigi Terlalu Keras
Banyak orang mengira bahwa menyikat gigi dengan tekanan kuat akan membuat gigi lebih bersih. Padahal, kebiasaan ini justru dapat merusak enamel dan melukai gusi.
Tekanan yang terlalu kuat saat menyikat gigi dapat menyebabkan enamel terkikis secara perlahan. Selain itu, gusi bisa mengalami iritasi dan turun dari posisi normalnya, sehingga akar gigi terbuka. Akar gigi tidak memiliki lapisan enamel, sehingga sangat sensitif terhadap rangsangan.
Kebiasaan ini sering tidak disadari karena dilakukan setiap hari dan terasa “normal”. Padahal, dalam jangka panjang, menyikat gigi terlalu keras merupakan salah satu penyebab utama gigi sensitif.
Pemilihan Sikat dan Pasta Gigi yang Tidak Tepat
Tidak semua produk perawatan gigi cocok untuk semua orang. Penggunaan sikat gigi berbulu kasar atau pasta gigi dengan kandungan abrasif tinggi dapat mempercepat penipisan enamel.
Beberapa pasta gigi pemutih, misalnya, mengandung bahan abrasif yang jika digunakan terus-menerus dapat mengikis lapisan gigi. Akibatnya, gigi menjadi lebih sensitif terhadap suhu dan rasa tertentu.
Karena efeknya tidak langsung terasa, banyak orang tidak menyadari bahwa produk yang digunakan sehari-hari justru menjadi pemicu gigi sensitif.
Kebiasaan Mengonsumsi Makanan dan Minuman Asam
Makanan dan minuman asam seperti soda, kopi, teh, jus buah, dan cuka dapat melemahkan enamel gigi jika dikonsumsi secara berlebihan.
Yang sering tidak disadari, bukan hanya frekuensi konsumsi yang berpengaruh, tetapi juga kebiasaan setelahnya. Misalnya, langsung menyikat gigi setelah minum minuman asam justru dapat memperparah pengikisan enamel, karena enamel berada dalam kondisi lebih lunak.
Akibatnya, perlindungan alami gigi semakin berkurang dan sensitivitas pun meningkat.
Gigi Retak Halus yang Tidak Terlihat
Retakan kecil atau mikro pada gigi sering kali tidak terlihat dengan mata telanjang dan tidak menimbulkan rasa sakit pada awalnya. Namun, retakan ini bisa menjadi jalur masuk bagi rangsangan suhu dan tekanan ke dalam gigi.
Kebiasaan menggigit benda keras, seperti es batu, pensil, atau membuka kemasan dengan gigi, dapat menyebabkan retakan halus pada enamel. Selain itu, kebiasaan menggemeretakkan gigi saat tidur juga berisiko menimbulkan kondisi ini.
Karena tidak disertai rasa nyeri yang terus-menerus, banyak orang tidak menyadari bahwa retakan kecil tersebut menjadi penyebab gigi sensitif.
Penurunan Gusi yang Terjadi Perlahan
Gusi yang turun atau mengalami resesi sering kali terjadi secara perlahan sehingga tidak langsung disadari. Ketika gusi turun, bagian akar gigi yang sensitif akan terbuka.
Penurunan gusi bisa disebabkan oleh peradangan gusi, kebersihan mulut yang kurang optimal, atau faktor usia. Pada tahap awal, kondisi ini jarang menimbulkan rasa sakit, sehingga sering diabaikan.
Namun, seiring waktu, akar gigi yang terbuka akan bereaksi terhadap rangsangan dingin, panas, atau manis, dan menyebabkan gigi sensitif.
Faktor Tambahan yang Memperparah Gigi Sensitif
Selain lima penyebab utama di atas, ada beberapa faktor lain yang dapat memperparah kondisi gigi sensitif, seperti stres, kebiasaan merokok, perubahan hormon, serta kondisi medis tertentu.
Stres, misalnya, dapat memicu kebiasaan menggemeretakkan gigi tanpa disadari. Sementara itu, merokok dapat memperburuk kesehatan gusi dan mempercepat penurunan gusi.
Bagaimana Cara Mengatasi Gigi Sensitif?
Mengatasi gigi sensitif tidak cukup hanya dengan menghindari makanan dingin atau panas. Diperlukan pendekatan yang menyeluruh untuk melindungi gigi dan gusi.
Langkah awal yang bisa dilakukan adalah memperbaiki kebiasaan menyikat gigi. Gunakan sikat gigi berbulu lembut dan teknik menyikat yang benar. Selain itu, pilih pasta gigi yang diformulasikan khusus untuk gigi sensitif.
Jika keluhan tidak kunjung membaik, pemeriksaan ke dokter gigi sangat dianjurkan. Dokter gigi dapat mengevaluasi penyebab pasti gigi sensitif dan memberikan perawatan yang sesuai, seperti pelapisan pelindung enamel atau perawatan gusi.
Pentingnya Pemeriksaan Gigi Secara Rutin
Salah satu cara terbaik untuk mencegah dan mengatasi gigi sensitif adalah dengan melakukan pemeriksaan gigi secara rutin. Melalui pemeriksaan berkala, dokter gigi dapat mendeteksi masalah sejak dini, termasuk penipisan enamel, gusi turun, atau retakan kecil pada gigi.
Dengan penanganan yang tepat, risiko gigi sensitif yang semakin parah dapat diminimalkan.
Kesimpulan
Gigi sensitif bukanlah kondisi yang muncul begitu saja. Ada banyak faktor yang berperan, dan sebagian besar di antaranya sering tidak disadari. Mulai dari kebiasaan menyikat gigi terlalu keras, pemilihan produk perawatan gigi yang kurang tepat, konsumsi makanan asam, hingga kondisi gusi yang perlahan menurun.
Memahami 5 penyebab umum gigi sensitif ini merupakan langkah awal untuk menjaga kesehatan gigi dan mencegah keluhan berulang. Dengan kebiasaan perawatan yang benar dan pemeriksaan gigi secara rutin, gigi sensitif dapat dikendalikan dan kualitas hidup pun menjadi lebih baik.
Jika kamu mulai sering merasakan ngilu pada gigi, jangan menunggu hingga kondisinya memburuk. Menjaga kesehatan gigi sejak dini adalah investasi penting untuk kenyamanan dan kesehatan jangka panjang.
by: drg. Ryan Ade Putra Kusuma
Konsultasi di DX Dental Aesthetic
Di DX Dental Aesthetic, kami menggunakan teknologi terkini dan material berkualitas tinggi untuk memberikan hasil veneer yang natural, awet, dan nyaman. Dokter gigi kami berpengalaman dalam perawatan estetika gigi, termasuk veneer, untuk berbagai kebutuhan pasien.
Sudah siap memiliki senyum sehat dan menawan?
DX Dental Aesthetic hadir dengan layanan lengkap dan tenaga medis profesional untuk bantu wujudkan senyum terbaik Anda.
💬 Konsultasikan kebutuhan perawatan gigimu sekarang!
📍 Kunjungi kami di:
🔹 DX Dental Aesthetic Kedungsari
Jl. Kedungsari No.66, Kedungdoro, GHJ, Surabaya, Jawa Timur 60261
🔹 DX Dental Aesthetic MERR
Ruko Purimas, Jl. Dr. Ir. H. Soekarno B12 no 22, Gn. Anyar, Kec. Gn. Anyar, Surabaya, Jawa Timur 60294
📱 Hubungi kami via WhatsApp untuk booking & info lebih lanjut.












