Berapa Kali Sebaiknya ke Dokter Gigi dalam Setahun?

Berapa Kali Sebaiknya ke Dokter Gigi dalam Setahun? - DX Dental Aesthetic

DX Dental Aesthetic — Banyak orang hanya pergi ke dokter gigi ketika sudah merasa sakit, gigi berlubang, atau mengalami gusi berdarah. Padahal, pemeriksaan gigi tidak seharusnya menunggu sampai muncul keluhan. Sama seperti tubuh yang perlu diperiksa secara berkala, gigi dan mulut juga butuh perhatian rutin agar tetap sehat dan terawat.

Pertanyaannya, sebenarnya berapa kali sebaiknya kita ke dokter gigi dalam setahun? Apakah cukup satu kali, atau justru lebih sering? Artikel ini akan membahas pentingnya pemeriksaan gigi rutin, manfaatnya, serta rekomendasi ideal dari para ahli kesehatan gigi.

Mengapa Pemeriksaan Gigi Rutin Itu Penting

Banyak orang menganggap menyikat gigi dua kali sehari sudah cukup untuk menjaga kesehatan mulut. Sayangnya, hal itu belum sepenuhnya benar. Meski sudah rajin menyikat gigi dan menggunakan benang gigi, masih ada area mulut yang sulit dijangkau dan berpotensi menimbulkan plak, karang gigi, atau bahkan infeksi jika dibiarkan.

Melalui pemeriksaan gigi rutin, dokter dapat mendeteksi sejak dini adanya masalah pada gigi, gusi, atau jaringan di dalam mulut. Misalnya, gigi berlubang kecil yang belum terasa sakit, gusi yang mulai meradang, atau karang gigi yang sudah menumpuk. Jika dibiarkan, masalah kecil tersebut bisa berkembang menjadi infeksi serius yang membutuhkan perawatan lebih rumit dan mahal.

Selain itu, dokter gigi juga dapat memberikan edukasi tentang cara menyikat gigi yang benar, memilih pasta gigi yang sesuai, hingga memberikan saran pola makan yang mendukung kesehatan gigi dan gusi.

Pemeriksaan gigi bukan hanya untuk anak-anak, tapi juga penting untuk orang dewasa dan lansia. Pada usia dewasa, risiko penyakit gusi dan gigi sensitif meningkat. Sementara pada lansia, kondisi seperti gigi goyang, gigi tanggal, dan gusi menipis juga sering terjadi. Semua hal ini bisa dicegah dengan pemeriksaan rutin.

Rekomendasi Frekuensi Ideal ke Dokter Gigi

Menurut rekomendasi dari World Health Organization (WHO) dan berbagai asosiasi dokter gigi profesional, setiap orang sebaiknya memeriksakan gigi minimal dua kali dalam setahun, atau setiap enam bulan sekali.

Namun, frekuensi ini bisa berbeda tergantung kondisi kesehatan mulut masing-masing orang. Beberapa orang dengan kondisi tertentu mungkin disarankan untuk datang lebih sering, seperti:

  • Penderita penyakit gusi (gingivitis atau periodontitis) – karena memerlukan pemantauan lebih ketat.
  • Perokok aktif – karena rokok meningkatkan risiko plak, noda, dan infeksi gusi.
  • Penderita diabetes – karena kadar gula darah tinggi bisa memperlambat penyembuhan jaringan gusi.
  • Pengguna behel (ortodonti) – karena area di sekitar kawat gigi lebih rentan terhadap sisa makanan dan plak.
  • Anak-anak – karena pertumbuhan dan pergantian gigi perlu diawasi agar tidak mengganggu susunan gigi permanen.

Jadi, meskipun secara umum dua kali setahun sudah ideal, dokter bisa memberikan jadwal pemeriksaan yang lebih sering bila kondisi kamu membutuhkan perhatian ekstra.

Apa yang Dilakukan Saat Pemeriksaan Gigi Rutin

Banyak orang masih ragu ke dokter gigi karena membayangkan prosesnya akan menakutkan atau menyakitkan. Padahal, pemeriksaan gigi rutin biasanya ringan dan cepat, terutama jika dilakukan secara berkala.

Berikut beberapa hal yang biasanya dilakukan oleh dokter gigi saat pemeriksaan:

  1. Pemeriksaan visual kondisi gigi dan gusi.
    Dokter akan memeriksa apakah ada lubang kecil, plak, karang gigi, atau tanda-tanda infeksi pada gusi.
  2. Pembersihan gigi (scaling).
    Jika ditemukan karang gigi atau plak yang menumpuk, dokter akan membersihkannya dengan alat khusus. Proses ini penting untuk mencegah radang gusi dan bau mulut.
  3. Pemeriksaan gigi berlubang dan tambalan.
    Dokter akan memeriksa apakah ada gigi yang mulai berlubang atau tambalan lama yang perlu diganti.
  4. Edukasi dan konsultasi.
    Dokter akan memberikan saran tentang cara menyikat gigi yang benar, memilih sikat dan pasta gigi yang sesuai, serta pola makan yang bisa membantu menjaga kesehatan gigi.

Jika diperlukan, dokter juga bisa melakukan pemeriksaan tambahan seperti rontgen gigi untuk melihat kondisi akar gigi dan tulang rahang.

Manfaat Rutin ke Dokter Gigi

Banyak orang baru menyadari pentingnya perawatan gigi setelah mengalami rasa sakit yang luar biasa. Padahal, manfaat dari pemeriksaan rutin sangat besar, baik untuk kesehatan maupun penampilan.

Beberapa manfaat utama di antaranya:

  1. Mencegah gigi berlubang.
    Pemeriksaan rutin membantu mendeteksi lubang kecil sebelum menjadi besar dan menyebabkan rasa sakit.
  2. Menjaga kebersihan gigi dan mulut.
    Dokter gigi dapat membersihkan plak dan karang gigi yang tidak bisa dihilangkan hanya dengan sikat gigi biasa.
  3. Mencegah penyakit gusi.
    Gusi berdarah, bengkak, atau berwarna gelap bisa menjadi tanda awal penyakit gusi yang perlu segera ditangani.
  4. Meningkatkan kepercayaan diri.
    Gigi bersih, putih, dan sehat membuat senyum lebih menarik dan menambah rasa percaya diri saat berinteraksi dengan orang lain.
  5. Menghemat biaya perawatan jangka panjang.
    Dengan perawatan rutin, kamu bisa mencegah masalah besar yang membutuhkan perawatan mahal seperti tambal urat, cabut gigi, atau implan.

Tanda Kamu Sudah Terlalu Lama Tidak ke Dokter Gigi

Kalau kamu sudah lama tidak periksa gigi, mungkin ada tanda-tanda yang mulai muncul tanpa kamu sadari. Beberapa di antaranya:

  • Gusi sering berdarah saat menyikat gigi.
  • Napas tidak segar meski sudah rajin sikat gigi.
  • Ada noda kuning atau hitam di sela gigi.
  • Gigi terasa ngilu saat makan makanan manis atau dingin.
  • Terasa nyeri ringan tapi tidak kunjung hilang.

Jika kamu mengalami salah satu dari tanda-tanda tersebut, sebaiknya segera buat janji dengan dokter gigi untuk pemeriksaan dan pembersihan menyeluruh.

Kesimpulan

Pergi ke dokter gigi bukan hanya saat sakit atau ada keluhan. Pemeriksaan gigi rutin sebaiknya dilakukan setidaknya dua kali dalam setahun, atau setiap enam bulan sekali, untuk memastikan gigi dan gusi tetap sehat.

Melalui pemeriksaan rutin, masalah kecil seperti karang gigi, lubang kecil, atau radang gusi bisa ditangani lebih cepat sebelum menjadi masalah besar. Selain menjaga kesehatan mulut, kebiasaan ini juga membantu menjaga penampilan dan rasa percaya diri.

Jadi, mulai sekarang jangan tunggu sampai sakit gigi baru ke dokter. Jadwalkan pemeriksaan gigi rutin dan jadikan itu bagian dari gaya hidup sehatmu. Karena senyum sehat dimulai dari gigi yang terawat.

by: drg. Safirah Aisyah

Konsultasi di DX Dental Aesthetic

Di DX Dental Aesthetic, kami menggunakan teknologi terkini dan material berkualitas tinggi untuk memberikan hasil veneer yang natural, awet, dan nyaman. Dokter gigi kami berpengalaman dalam perawatan estetika gigi, termasuk veneer, untuk berbagai kebutuhan pasien.

Sudah siap memiliki senyum sehat dan menawan?
DX Dental Aesthetic hadir dengan layanan lengkap dan tenaga medis profesional untuk bantu wujudkan senyum terbaik Anda.
💬 Konsultasikan kebutuhan perawatan gigimu sekarang!

📍 Kunjungi kami di:
🔹 DX Dental Aesthetic Kedungsari
Jl. Kedungsari No.66, Kedungdoro, GHJ, Surabaya, Jawa Timur 60261

🔹 DX Dental Aesthetic MERR
Ruko Purimas, Jl. Dr. Ir. H. Soekarno B12 no 22, Gn. Anyar, Kec. Gn. Anyar, Surabaya, Jawa Timur 60294

📱 Hubungi kami via WhatsApp untuk booking & info lebih lanjut.

Leave a Comment

Promo DX Dental Aesthetic Januari 2026