DX Dental Aesthetic – Gigi geraham punya peran penting dalam proses mengunyah makanan. Letaknya di bagian belakang mulut membuatnya bekerja paling keras setiap kali kamu makan, terutama saat menghaluskan makanan keras seperti daging, nasi, atau kacang.
Namun, justru karena fungsinya yang berat dan posisinya yang sulit dijangkau, gigi geraham sering menjadi bagian yang paling rentan mengalami kerusakan dan berlubang.
Masalahnya, gigi geraham berlubang tidak hanya menyebabkan rasa sakit saat mengunyah, tetapi juga bisa mengganggu fungsi makan, menimbulkan infeksi, dan bahkan berujung pada pencabutan gigi bila dibiarkan terlalu lama.
Nah, dalam artikel ini kita akan membahas secara lengkap tentang penanganan gigi geraham berlubang. Mulai dari penyebab, gejala, hingga langkah-langkah perawatan yang bisa dilakukan baik di rumah maupun oleh dokter gigi profesional.
Mengapa Gigi Geraham Mudah Berlubang?
Sebelum membahas cara penanganannya, penting untuk tahu dulu mengapa gigi geraham lebih mudah berlubang dibandingkan gigi lainnya.
- Letaknya di bagian belakang mulut.
Karena posisinya paling dalam, gigi geraham sering terlewat saat menyikat gigi. Akibatnya, sisa makanan dan plak lebih mudah menumpuk di area ini. - Permukaannya bergelombang (berlekuk-lekuk).
Bentuk alami permukaan geraham memiliki celah kecil yang berfungsi membantu menggiling makanan. Sayangnya, celah ini juga menjadi tempat ideal bagi bakteri untuk bersarang. - Kesalahan dalam membersihkan gigi.
Banyak orang menyikat gigi hanya bagian depan saja, sementara bagian belakang (terutama geraham atas dan bawah) sering terabaikan. - Konsumsi makanan manis dan lengket.
Makanan seperti cokelat, karamel, dan biskuit bisa menempel lama di permukaan geraham dan mempercepat kerusakan enamel.
Karena alasan itulah, lubang di gigi geraham sering tidak disadari sejak awal. Biasanya orang baru sadar setelah muncul rasa sakit atau nyeri saat mengunyah.
Gejala Gigi Geraham Berlubang yang Perlu Diwaspadai
Gigi geraham yang berlubang tidak selalu langsung menimbulkan nyeri hebat. Namun, ada beberapa tanda yang bisa kamu perhatikan sejak dini:
- Gigi terasa ngilu saat makan makanan manis, dingin, atau panas.
- Muncul lubang kecil atau bintik hitam di permukaan geraham.
- Tercium bau tidak sedap dari mulut yang sulit hilang meski sudah sikat gigi.
- Rasa sakit atau nyeri berdenyut yang bisa menjalar hingga ke telinga atau kepala.
- Saat diperiksa, dokter menemukan plak atau karang gigi menumpuk di area geraham.
Kalau kamu merasakan gejala-gejala ini, jangan tunda untuk pergi ke dokter gigi. Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang gigi bisa diselamatkan tanpa harus dicabut.
Tahapan Penanganan Gigi Geraham Berlubang
Penanganan gigi geraham berlubang tergantung pada tingkat keparahan lubangnya. Dokter gigi akan menentukan langkah perawatan berdasarkan seberapa dalam dan luas kerusakan yang terjadi.
Berikut beberapa tahapan dan metode yang umum dilakukan:
1. Pemeriksaan dan Diagnosis Awal
Langkah pertama adalah pemeriksaan menyeluruh oleh dokter gigi. Dokter akan melihat kondisi gigi secara langsung dan biasanya menggunakan sinar X (rontgen) untuk memastikan seberapa dalam lubang yang terbentuk.
Dari pemeriksaan ini, dokter bisa mengetahui apakah kerusakan hanya pada lapisan enamel, sudah mencapai dentin (lapisan tengah), atau bahkan sampai ke pulpa (saraf gigi).
2. Penambalan Gigi (Dental Filling)
Kalau lubangnya masih kecil hingga sedang, penambalan gigi adalah metode yang paling umum dan efektif.
Prosesnya:
- Dokter akan membersihkan area gigi yang rusak dan mengangkat jaringan yang terinfeksi.
- Lubang kemudian diisi dengan bahan tambalan seperti komposit resin (berwarna seperti gigi asli) atau amalgam (berwarna perak).
- Setelah itu, permukaan gigi akan dirapikan agar terasa nyaman saat digunakan mengunyah.
Kelebihan metode ini:
- Prosedur cepat, biasanya selesai dalam satu kali kunjungan.
- Dapat mengembalikan fungsi mengunyah dengan normal.
- Tampilannya alami, terutama jika menggunakan bahan resin.
3. Perawatan Saluran Akar (Root Canal Treatment)
Jika lubang sudah terlalu dalam dan mencapai saraf gigi (pulpa), tambalan saja tidak cukup.
Dalam kondisi ini, dokter akan melakukan perawatan saluran akar.
Tahapan prosedurnya:
- Dokter membuka bagian atas gigi untuk mengakses saraf yang terinfeksi.
- Jaringan saraf yang rusak dibersihkan seluruhnya.
- Saluran akar dibersihkan, disterilkan, lalu diisi dengan bahan khusus untuk mencegah infeksi ulang.
- Setelah itu, gigi ditutup kembali dan biasanya diberi mahkota gigi (crown) agar lebih kuat.
Prosedur ini membantu menyelamatkan gigi asli, jadi tidak perlu dicabut meskipun sudah rusak parah.
4. Pemasangan Mahkota Gigi (Crown)
Setelah perawatan saluran akar atau pada kasus lubang besar, gigi geraham sering kali menjadi rapuh. Agar tetap kuat dan tidak retak, dokter akan menambahkan mahkota gigi (dental crown) di atasnya.
Mahkota gigi terbuat dari bahan seperti porcelain, logam, atau kombinasi keduanya, dan berfungsi melindungi struktur gigi yang tersisa.
Keunggulan pemasangan crown:
- Mengembalikan bentuk dan fungsi asli gigi.
- Menjaga kekuatan gigi agar tidak mudah patah.
- Tampak alami, menyatu dengan warna gigi lainnya.
5. Pencabutan Gigi (Jika Sudah Tidak Bisa Diselamatkan)
Dalam kasus tertentu, jika lubang sudah terlalu dalam hingga menyebabkan infeksi parah atau kerusakan akar, maka pilihan terakhir adalah pencabutan gigi geraham.
Setelah dicabut, dokter bisa merekomendasikan beberapa opsi pengganti seperti:
- Gigi tiruan lepasan (dentures),
- Bridge (jembatan gigi), atau
- Implan gigi (dental implant) untuk menggantikan gigi yang hilang secara permanen.
Meskipun kedengarannya menakutkan, pencabutan kadang perlu dilakukan untuk mencegah penyebaran infeksi ke jaringan lain di mulut.
Penanganan di Rumah untuk Sementara Waktu
Jika kamu belum sempat ke dokter gigi, ada beberapa langkah sederhana yang bisa membantu meringankan gejala sementara:
- Kumur dengan air garam hangat.
Ini membantu mengurangi peradangan dan membunuh bakteri di sekitar gigi. - Gunakan obat pereda nyeri seperti ibuprofen atau paracetamol.
Tapi ingat, ini hanya mengurangi rasa sakit — bukan mengobati penyebabnya. - Hindari makanan manis, dingin, atau panas ekstrem.
Karena bisa memperparah rasa nyeri. - Gunakan pasta gigi khusus gigi sensitif.
Ini bisa sedikit membantu mengurangi rasa ngilu sementara waktu.
Langkah-langkah di atas bersifat sementara, jadi tetap penting untuk segera berkonsultasi ke dokter gigi agar penyebab utamanya ditangani dengan benar.
Bagaimana Cara Mencegah Gigi Geraham Berlubang Kembali?
Setelah gigi geraham ditangani, langkah selanjutnya adalah mencegah agar masalah yang sama tidak terulang. Berikut tips yang bisa kamu lakukan:
- Sikat gigi dua kali sehari dengan teknik yang benar. Pastikan area geraham belakang juga tersikat sempurna.
- Gunakan benang gigi (flossing) setiap hari untuk membersihkan sela yang sulit dijangkau sikat.
- Kurangi makanan manis dan lengket, terutama sebelum tidur.
- Lakukan scaling atau pembersihan karang gigi setiap enam bulan sekali.
- Perbanyak minum air putih agar produksi air liur cukup untuk melindungi gigi dari asam.
- Rutin kontrol ke dokter gigi minimal dua kali setahun untuk pemeriksaan dan deteksi dini.
Kapan Harus Segera ke Dokter Gigi?
Beberapa tanda gigi geraham berlubang sudah memerlukan penanganan segera, antara lain:
- Rasa nyeri hebat hingga menjalar ke rahang atau kepala.
- Bengkak di sekitar pipi atau gusi.
- Ada nanah atau bau tidak sedap dari lubang gigi.
- Gigi terasa longgar atau goyang.
Kalau kamu mengalami gejala-gejala ini, sebaiknya jangan menunda. Penanganan cepat bisa mencegah infeksi menyebar dan menyelamatkan gigi dari kerusakan lebih parah.
Kesimpulan
Penanganan gigi geraham berlubang harus dilakukan sesuai dengan tingkat keparahan lubang dan kondisi jaringan di sekitarnya. Untuk lubang kecil, penambalan mungkin cukup. Tapi untuk kasus yang lebih berat, bisa diperlukan perawatan saluran akar, pemasangan mahkota, atau bahkan pencabutan.
Yang terpenting, jangan biarkan gigi berlubang dibiarkan tanpa pengobatan. Rasa sakit memang bisa diredakan sementara dengan obat, tapi tanpa perawatan medis, lubang akan semakin dalam dan merusak bagian dalam gigi.
Jadi, jika kamu mulai merasa nyeri atau menemukan tanda-tanda lubang kecil di gigi geraham, segera periksakan ke dokter gigi. Penanganan dini bukan hanya mengurangi rasa sakit, tapi juga bisa menyelamatkan gigi asli kamu agar tetap berfungsi dengan baik.
by: drg. Ryan Ade Putra Kusuma
Konsultasi di DX Dental Aesthetic
Di DX Dental Aesthetic, kami menggunakan teknologi terkini dan material berkualitas tinggi untuk memberikan hasil veneer yang natural, awet, dan nyaman. Dokter gigi kami berpengalaman dalam perawatan estetika gigi, termasuk veneer, untuk berbagai kebutuhan pasien.
Sudah siap memiliki senyum sehat dan menawan?
DX Dental Aesthetic hadir dengan layanan lengkap dan tenaga medis profesional untuk bantu wujudkan senyum terbaik Anda.
💬 Konsultasikan kebutuhan perawatan gigimu sekarang!
📍 Kunjungi kami di:
🔹 DX Dental Aesthetic Kedungsari
Jl. Kedungsari No.66, Kedungdoro, GHJ, Surabaya, Jawa Timur 60261
🔹 DX Dental Aesthetic MERR
Ruko Purimas, Jl. Dr. Ir. H. Soekarno B12 no 22, Gn. Anyar, Kec. Gn. Anyar, Surabaya, Jawa Timur 60294
📱 Hubungi kami via WhatsApp untuk booking & info lebih lanjut.












