DX Dental Aesthetic – Kalau kita bicara tentang gigi, kebanyakan orang langsung fokus ke gigi depan yang terlihat saat tersenyum. Padahal, ada bagian lain yang nggak kalah penting dan punya peran besar dalam kehidupan sehari-hari, yaitu gigi geraham.
Gigi ini mungkin jarang kamu perhatikan karena letaknya di bagian belakang mulut. Tapi tanpa gigi geraham, kamu bakal kesulitan makan makanan keras, mengunyah dengan benar, dan bahkan bisa memengaruhi bentuk wajah.
Nah, dalam artikel ini kita akan bahas secara lengkap tentang fungsi gigi geraham, jenis-jenisnya, dan cara merawatnya supaya tetap sehat. Yuk, simak sampai akhir biar kamu makin paham kenapa gigi yang satu ini pantas kamu jaga sebaik mungkin.
Mengenal Gigi Geraham
Gigi geraham atau dalam istilah medis disebut molar teeth, adalah gigi yang berada di bagian paling belakang dari rahang atas dan bawah. Fungsinya adalah untuk menggiling dan menghancurkan makanan agar lebih mudah ditelan dan dicerna oleh lambung.
Kalau kamu buka mulut lebar-lebar di depan cermin, kamu akan lihat bahwa gigi geraham punya bentuk yang berbeda dibandingkan gigi depan. Permukaannya lebih lebar dan datar dengan tonjolan-tonjolan kecil di atasnya. Tonjolan itu berfungsi untuk membantu proses pengunyahan makanan.
Secara umum, setiap orang dewasa memiliki 12 gigi geraham permanen, enam di rahang atas dan enam di rahang bawah. Gigi geraham ini tumbuh bertahap seiring usia.
2. Jenis-Jenis Gigi Geraham
Gigi geraham ternyata tidak cuma satu jenis. Masing-masing punya waktu tumbuh, posisi, dan fungsi spesifik. Berikut penjelasannya:
a. Gigi Geraham Depan (Premolar)
Gigi premolar disebut juga geraham kecil, terletak di antara gigi taring dan geraham besar. Gigi ini mulai tumbuh sekitar usia 10–12 tahun. Fungsinya adalah menghancurkan makanan yang masih agak besar sebelum dilanjutkan ke geraham besar. Gigi ini punya dua tonjolan di permukaannya yang membantu menggiling makanan.
b. Gigi Geraham Belakang (Molar)
Gigi molar atau geraham besar adalah gigi yang tumbuh paling belakang setelah premolar. Ada dua pasang molar utama yang muncul saat usia 6 tahun (geraham pertama) dan 12 tahun (geraham kedua).
Permukaan giginya lebar dan punya empat atau lima tonjolan kecil untuk menghancurkan makanan secara maksimal.
c. Gigi Geraham Bungsu (Third Molar/Wisdom Tooth)
Nah, ini dia gigi yang sering jadi “drama” bagi banyak orang, gigi geraham bungsu. Biasanya muncul di usia 17–25 tahun.
Karena tumbuh paling terakhir, kadang ruang di rahang sudah sempit, sehingga gigi ini bisa tumbuh miring atau bahkan terpendam di dalam gusi. Kalau sudah begitu, biasanya harus dicabut karena bisa menyebabkan nyeri atau infeksi.
Fungsi Utama Gigi Geraham
Setelah tahu jenis-jenisnya, sekarang kita bahas apa saja fungsi penting gigi geraham bagi tubuh kita.
a. Mengunyah dan Menggiling Makanan
Ini adalah fungsi utama gigi geraham. Berkat permukaan giginya yang lebar dan kuat, makanan bisa dihancurkan menjadi potongan kecil sebelum masuk ke saluran pencernaan.
Kalau gigi geraham rusak atau hilang, kamu mungkin akan kesulitan mengunyah makanan keras seperti daging, kacang, atau sayuran tertentu.
b. Membantu Proses Pencernaan
Makanan yang tidak dikunyah dengan baik akan membuat kerja lambung jadi lebih berat. Gigi geraham membantu memastikan makanan cukup halus sebelum ditelan, sehingga sistem pencernaan bekerja lebih efisien.
c. Menjaga Bentuk Wajah dan Struktur Rahang
Mungkin kamu nggak menyadarinya, tapi gigi geraham punya peran penting dalam menjaga bentuk wajah. Kehilangan gigi geraham bisa membuat rahang terlihat lebih cekung dan pipi tampak “kempes”.
Selain itu, geraham juga membantu menstabilkan posisi gigi lainnya. Kalau geraham copot dan dibiarkan, gigi di sekitarnya bisa bergeser.
d. Menopang Fungsi Bicara
Gigi geraham juga berpengaruh dalam cara kamu berbicara. Kehilangan satu atau lebih geraham bisa memengaruhi pengucapan beberapa huruf dan suara.
Masalah yang Sering Terjadi pada Gigi Geraham
Karena letaknya di bagian belakang mulut, gigi geraham sering kali sulit dijangkau saat menyikat gigi. Akibatnya, gigi ini lebih rentan terhadap berbagai masalah, seperti:
a. Gigi Berlubang
Sisa makanan mudah menumpuk di antara celah geraham. Kalau tidak dibersihkan dengan benar, bakteri akan berkembang biak dan membentuk plak yang lama-lama menjadi karies atau lubang pada gigi.
b. Karang Gigi
Plak yang dibiarkan bisa mengeras menjadi karang gigi. Kondisi ini tidak bisa dihilangkan dengan sikat gigi biasa dan perlu perawatan profesional di dokter gigi.
c. Infeksi Gusi
Kebersihan gigi geraham yang buruk dapat menyebabkan gusi meradang atau infeksi (gingivitis). Jika dibiarkan, infeksi bisa menyebar ke jaringan di sekitar gigi dan menimbulkan nyeri parah.
d. Gigi Geraham Bungsu Tumbuh Miring
Seperti disebutkan sebelumnya, geraham bungsu sering menimbulkan masalah karena tumbuh di ruang yang sempit. Ini bisa menyebabkan rasa sakit, bengkak, bahkan infeksi pada gusi.
Cara Merawat Gigi Geraham agar Tetap Sehat
Menjaga kesehatan gigi geraham sebenarnya tidak sulit, asal dilakukan dengan konsisten. Berikut beberapa tips merawat gigi geraham yang bisa kamu terapkan setiap hari:
a. Menyikat Gigi Dua Kali Sehari
Gunakan sikat gigi dengan bulu lembut dan pasta gigi yang mengandung fluoride. Fokuskan pada bagian belakang mulut agar gigi geraham ikut bersih. Gunakan teknik menyikat dengan gerakan melingkar kecil dan jangan terburu-buru.
b. Gunakan Benang Gigi (Dental Floss)
Sisa makanan sering terselip di antara geraham dan tidak terjangkau sikat gigi. Gunakan benang gigi setiap hari untuk membersihkan sela-sela gigi secara menyeluruh.
c. Hindari Makanan Terlalu Keras dan Manis
Menggigit benda keras seperti es batu atau permen bisa merusak enamel gigi. Selain itu, makanan manis bisa mempercepat pembentukan plak dan karies.
d. Berkumur dengan Obat Kumur Antibakteri
Setelah menyikat gigi, gunakan obat kumur untuk membunuh bakteri yang mungkin masih tertinggal di mulut.
e. Rutin Periksa ke Dokter Gigi
Kunjungan ke dokter gigi sebaiknya dilakukan minimal setiap 6 bulan sekali. Dengan begitu, masalah pada gigi geraham bisa dideteksi sejak dini dan dicegah sebelum menjadi parah.
Apa yang Terjadi Kalau Gigi Geraham Tidak Dijaga?
Mungkin kamu berpikir, “Ah, kan gigi geraham di belakang, nggak kelihatan kalau rusak.” Tapi, efeknya bisa jauh lebih besar dari yang kamu kira.
Berikut beberapa konsekuensi jika kamu mengabaikan kesehatan gigi geraham:
- Kesulitan mengunyah makanan keras
- Sakit gigi yang bisa menjalar ke rahang atau kepala
- Infeksi yang bisa menyebar ke bagian lain dari mulut
- Perubahan bentuk wajah akibat kehilangan struktur gigi
- Masalah pencernaan akibat makanan tidak tergiling sempurna
Jadi, jangan tunggu sampai terasa sakit baru ke dokter gigi. Pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan.
Fakta Menarik tentang Gigi Geraham
Biar makin seru, berikut beberapa fakta menarik seputar gigi geraham yang mungkin belum kamu tahu:
- Gigi geraham adalah gigi paling kuat di antara semua jenis gigi.
- Tekanan gigitan dari geraham bisa mencapai lebih dari 70 kilogram per sentimeter persegi.
- Gigi geraham bungsu tidak tumbuh pada semua orang, sekitar 35% populasi dunia tidak memiliki gigi bungsu sama sekali.
- Kehilangan satu gigi geraham bisa mengganggu fungsi seluruh rahang karena distribusi tekanan mengunyah jadi tidak seimbang.
- Struktur enamel pada gigi geraham lebih tebal dibandingkan gigi depan, karena perannya yang lebih berat.
Kapan Harus ke Dokter Gigi?
Jangan tunggu sampai nyeri baru bertindak. Berikut beberapa tanda bahwa kamu sebaiknya segera memeriksakan gigi geraham ke dokter:
- Nyeri atau ngilu saat mengunyah
- Muncul pembengkakan di gusi belakang
- Gigi terasa goyah atau longgar
- Ada bau mulut yang tak hilang meski sudah sikat gigi
- Rasa tidak nyaman di bagian rahang belakang
Kalau kamu mengalami salah satu dari tanda di atas, dokter gigi bisa membantu memeriksa apakah ada masalah pada gigi geraham, termasuk infeksi, lubang, atau gangguan pertumbuhan gigi bungsu.
Kesimpulan
Gigi geraham mungkin tidak terlihat saat kamu tersenyum, tapi perannya dalam menjaga fungsi mulut dan kesehatan pencernaan sangat besar. Fungsi gigi geraham bukan hanya untuk mengunyah makanan, tapi juga menjaga struktur rahang, membantu bicara, dan menopang bentuk wajah.
Karena itu, jangan abaikan kebersihan dan kesehatannya. Biasakan menyikat gigi dengan benar, menggunakan benang gigi, dan rutin periksa ke dokter gigi, setidaknya setiap enam bulan sekali.
Ingat, mencegah lebih baik daripada mengobati. Gigi yang sehat bukan cuma bikin kamu nyaman makan, tapi juga meningkatkan kualitas hidupmu secara keseluruhan.
by: drg. Radixtio Auzan F., Sp.KG
Konsultasi di DX Dental Aesthetic
Di DX Dental Aesthetic, kami menggunakan teknologi terkini dan material berkualitas tinggi untuk memberikan hasil veneer yang natural, awet, dan nyaman. Dokter gigi kami berpengalaman dalam perawatan estetika gigi, termasuk veneer, untuk berbagai kebutuhan pasien.
Sudah siap memiliki senyum sehat dan menawan?
DX Dental Aesthetic hadir dengan layanan lengkap dan tenaga medis profesional untuk bantu wujudkan senyum terbaik Anda.
💬 Konsultasikan kebutuhan perawatan gigimu sekarang!
📍 Kunjungi kami di:
🔹 DX Dental Aesthetic Kedungsari
Jl. Kedungsari No.66, Kedungdoro, GHJ, Surabaya, Jawa Timur 60261
🔹 DX Dental Aesthetic MERR
Ruko Purimas, Jl. Dr. Ir. H. Soekarno B12 no 22, Gn. Anyar, Kec. Gn. Anyar, Surabaya, Jawa Timur 60294
📱 Hubungi kami via WhatsApp untuk booking & info lebih lanjut.












