Gigi Geraham Tumbuh Lagi, Gimana Penanganannya?

Gigi Geraham Tumbuh Lagi, Gimana Penanganannya? - DX Dental Aesthetic

DX Dental Aesthetic — Pernah merasa bagian belakang rahangmu terasa nyut-nyutan atau agak bengkak, lalu muncul benjolan keras seperti gigi baru yang sedang tumbuh? Bisa jadi itu gigi geraham yang mulai keluar.
Meski terdengar sepele, tumbuhnya gigi geraham, terutama gigi geraham bungsu, sering kali bikin orang tidak nyaman. Rasa nyeri, rahang kaku, bahkan demam ringan bisa muncul dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Nah, dalam artikel ini, kita akan bahas tuntas tentang kenapa gigi geraham bisa tumbuh lagi, apa saja tandanya, bagaimana penanganannya, serta kapan waktu yang tepat untuk periksa ke dokter gigi. Yuk, simak sampai akhir biar kamu tahu langkah terbaik yang harus dilakukan!

Apa Itu Gigi Geraham?

Sebelum membahas lebih jauh soal “gigi geraham tumbuh lagi”, penting untuk tahu dulu apa sebenarnya fungsi dan posisi gigi geraham.

Gigi geraham (molar) adalah gigi yang terletak di bagian paling belakang dari rahang, berfungsi untuk menghancurkan dan mengunyah makanan sebelum ditelan. Dalam satu rahang (atas atau bawah), biasanya ada tiga pasang gigi geraham:

  • Geraham pertama (molar satu): muncul sekitar usia 6 tahun.
  • Geraham kedua (molar dua): muncul sekitar usia 12 tahun.
  • Geraham ketiga (molar tiga): atau yang sering disebut gigi geraham bungsu (wisdom teeth), biasanya tumbuh di usia 17–25 tahun.

Nah, gigi geraham bungsu inilah yang sering jadi “pemeran utama” dalam berbagai keluhan gigi belakang seperti nyeri, bengkak, hingga infeksi.

Apakah Gigi Geraham Bisa Tumbuh Lagi?

Banyak orang bilang, “kok rasanya kayak gigi tumbuh lagi di belakang, ya?”
Padahal secara anatomi, gigi geraham tidak bisa tumbuh dua kali. Kalau sudah pernah tumbuh, lalu dicabut, biasanya tidak akan tumbuh kembali secara alami — berbeda dengan gigi susu pada anak-anak.

Namun, yang sering terjadi adalah:

  • Gigi geraham bungsu baru mulai muncul di usia dewasa muda (sekitar 17–25 tahun), padahal gigi lain sudah lama tumbuh.
  • Sisa akar gigi lama yang tertinggal saat pencabutan bisa menyebabkan sensasi seperti gigi “tumbuh lagi”.
  • Peradangan gusi atau infeksi di area belakang rahang bisa membuat permukaannya terasa menonjol, seolah ada gigi baru yang muncul.

Jadi, sensasi “gigi geraham tumbuh lagi” bisa disebabkan oleh beberapa hal yang berbeda dan belum tentu semuanya memang benar-benar gigi baru.

Tanda-Tanda Gigi Geraham Bungsu Sedang Tumbuh

Mungkin kamu merasa ada sesuatu yang “aneh” di bagian belakang mulut. Berikut tanda-tanda umum bahwa gigi geraham bungsu sedang tumbuh:

  1. Nyeri di Bagian Belakang Rahang
    Rasa sakit biasanya muncul secara bertahap dan bisa terasa tumpul atau berdenyut. Terkadang nyerinya menyebar hingga ke telinga atau kepala bagian belakang.
  2. Gusi Bengkak dan Kemerahan
    Saat gigi mulai menembus gusi, jaringan di sekitarnya bisa mengalami iritasi dan peradangan. Bengkak ini juga membuat mulut terasa kaku.
  3. Sulit Membuka Mulut Lebar
    Karena letaknya di ujung rahang, tumbuhnya gigi geraham bungsu bisa menyebabkan otot rahang terasa tegang atau bahkan sulit membuka mulut sepenuhnya.
  4. Nyeri Saat Mengunyah atau Menelan
    Gigi geraham yang sedang tumbuh bisa menekan jaringan di sekitarnya, menyebabkan ketidaknyamanan saat mengunyah makanan keras.
  5. Demam atau Tidak Enak Badan
    Dalam beberapa kasus, tubuh bereaksi terhadap peradangan dengan meningkatkan suhu tubuh. Ini adalah reaksi alami sistem imun.
  6. Gusi Belakang Berdarah Saat Disikat
    Jika kamu menyikat gigi bagian belakang dan keluar sedikit darah, bisa jadi karena gusi sedang teriritasi akibat tekanan dari gigi yang tumbuh.

Kenapa Gigi Geraham Bungsu Bisa Menyebabkan Masalah?

Secara teori, tumbuhnya gigi baru itu wajar. Tapi pada gigi geraham bungsu, sering kali tidak ada cukup ruang di rahang untuk tumbuh sempurna.

Akibatnya, gigi ini bisa tumbuh miring, menekan gigi lain, atau bahkan terjebak di dalam gusi (impaksi). Beberapa masalah yang umum terjadi akibat tumbuhnya gigi geraham bungsu antara lain:

  1. Impaksi Gigi Geraham
    Gigi tumbuh miring dan tidak bisa keluar sepenuhnya dari gusi. Biasanya menimbulkan rasa nyeri, bengkak, dan bisa menyebabkan infeksi.
  2. Perikoronitis
    Radang gusi yang menutupi sebagian mahkota gigi geraham. Daerah ini sering sulit dibersihkan dan menjadi tempat menumpuknya bakteri.
  3. Gigi Berjejal
    Gigi geraham yang tumbuh miring bisa mendorong gigi di depannya, menyebabkan susunan gigi berantakan.
  4. Kerusakan Gigi di Sebelahnya
    Tekanan dari gigi bungsu bisa menyebabkan gigi geraham kedua mengalami karies atau bahkan kerusakan akar.
  5. Infeksi dan Bau Mulut
    Area yang tertutup gusi sebagian menjadi tempat ideal bagi bakteri berkembang, menyebabkan bau mulut dan infeksi kronis.

Kapan Harus ke Dokter Gigi?

Tumbuhnya gigi geraham bungsu tidak selalu perlu tindakan medis, selama tidak menimbulkan rasa sakit atau infeksi. Namun, kamu sebaiknya segera periksa ke dokter gigi jika mengalami gejala berikut:

  • Nyeri hebat di bagian belakang rahang.
  • Gusi bengkak atau bernanah.
  • Sulit membuka mulut atau mengunyah.
  • Bau mulut yang tidak hilang meskipun sudah disikat.
  • Gigi terasa berjejal atau bergeser.

Dokter gigi akan melakukan pemeriksaan, biasanya dengan rontgen panoramik, untuk melihat posisi gigi geraham bungsu. Apakah tumbuh normal atau mengalami impaksi.

Proses Pemeriksaan dan Penanganan di Klinik

Di klinik seperti DX Dental Aesthetic, prosedur pemeriksaan gigi geraham biasanya meliputi beberapa tahap:

  1. Konsultasi Awal
    Dokter akan menanyakan gejala yang kamu rasakan, misalnya nyeri, bengkak, atau susah mengunyah.
  2. Pemeriksaan Visual dan Rontgen
    Rontgen panoramik membantu dokter melihat posisi gigi geraham dan struktur rahang secara keseluruhan.
  3. Diagnosis Kondisi Gigi Geraham
    Dari hasil pemeriksaan, dokter akan menentukan apakah gigi tersebut:
    • Tumbuh normal dan bisa dibiarkan.
    • Tumbuh miring dan berpotensi menyebabkan masalah.
    • Perlu dilakukan bedah kecil (operasi gigi bungsu) untuk mengangkatnya.
  4. Tindakan Perawatan
    • Jika hanya peradangan ringan, dokter mungkin akan memberikan obat antiinflamasi atau antibiotik.
    • Jika tumbuh miring atau menimbulkan nyeri terus-menerus, dokter akan menyarankan pencabutan dengan prosedur bedah minor.
  5. Perawatan Setelah Tindakan
    Setelah operasi gigi geraham, pasien biasanya dianjurkan untuk:
    • Kompres dingin untuk mengurangi bengkak.
    • Mengonsumsi makanan lembut.
    • Menghindari menyedot dengan sedotan (karena bisa menyebabkan dry socket).
    • Kontrol kembali setelah 7–10 hari.

Apakah Semua Gigi Geraham Bungsu Harus Dicabut?

Jawabannya: tidak selalu.
Pencabutan hanya dilakukan jika gigi geraham bungsu menyebabkan atau berpotensi menyebabkan masalah, seperti:

  • Nyeri berulang.
  • Gigi tumbuh miring dan menekan gigi lain.
  • Terjadi infeksi berulang di gusi belakang.
  • Adanya kista atau kerusakan pada tulang rahang.

Namun, jika gigi geraham bungsu tumbuh dengan posisi yang baik, tidak miring, dan mudah dibersihkan, maka pencabutan tidak diperlukan. Dokter hanya akan menyarankan pemantauan rutin setiap 6 bulan untuk memastikan kondisinya tetap sehat.

Apakah Nyeri Gigi Geraham Bisa Diatasi di Rumah?

Sebelum sempat ke dokter, kamu bisa melakukan beberapa langkah pertolongan sementara di rumah untuk meredakan nyeri akibat gigi geraham tumbuh:

  1. Kumur dengan Air Garam Hangat
    Air garam membantu mengurangi peradangan dan membunuh bakteri di sekitar gusi.
  2. Kompres Dingin di Pipi Bagian Luar
    Kompres es selama 10–15 menit dapat membantu meredakan nyeri dan bengkak.
  3. Minum Obat Pereda Nyeri (sesuai resep dokter)
    Misalnya ibuprofen atau paracetamol, untuk mengurangi rasa sakit sementara.
  4. Hindari Makanan Keras dan Pedas
    Makanan keras dapat memperparah luka di gusi, sedangkan makanan pedas dapat menyebabkan iritasi.
  5. Jaga Kebersihan Mulut
    Sikat gigi secara lembut dan gunakan obat kumur antiseptik agar area sekitar gigi tetap bersih.

Namun, langkah-langkah di atas hanya bersifat sementara. Jika nyeri tidak membaik dalam 2–3 hari, segera periksa ke dokter gigi.

Bagaimana Cara Mencegah Masalah Gigi Geraham di Masa Depan?

Gigi geraham bungsu memang tidak bisa dicegah tumbuh, tetapi kamu bisa mencegah komplikasi atau rasa sakit yang sering menyertainya dengan beberapa cara berikut:

  1. Rutin Periksa ke Dokter Gigi Setiap 6 Bulan
    Pemeriksaan rutin bisa mendeteksi lebih awal posisi gigi geraham bungsu sebelum menimbulkan masalah.
  2. Menjaga Kebersihan Gigi Belakang
    Gunakan sikat gigi kecil atau sikat interdental untuk menjangkau bagian belakang mulut.
  3. Gunakan Benang Gigi dan Obat Kumur Antibakteri
    Membersihkan sisa makanan di sela gigi membantu mencegah penumpukan plak dan infeksi.
  4. Konsumsi Makanan Sehat dan Rendah Gula
    Nutrisi yang baik membantu menjaga kekuatan gusi dan mencegah karies.
  5. Hindari Menunda Pemeriksaan Saat Nyeri Muncul
    Nyeri kecil di awal bisa jadi tanda awal impaksi atau infeksi — segera konsultasikan sebelum semakin parah.

Kesimpulan

Tumbuhnya gigi geraham bungsu memang merupakan proses alami, tetapi tidak jarang menimbulkan rasa nyeri dan gangguan pada rahang. Sensasi “gigi geraham tumbuh lagi” sering kali disebabkan oleh gigi geraham bungsu yang baru muncul di usia dewasa atau akibat sisa akar gigi lama.

Jika kamu merasakan gejala seperti nyeri, bengkak, atau kesulitan membuka mulut, jangan abaikan, segera periksa ke dokter gigi untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Di DX Dental Aesthetic, tim dokter gigi profesional siap membantu kamu dengan pemeriksaan lengkap, rontgen digital, dan perawatan modern yang nyaman.

Ingat, menunda penanganan gigi geraham bisa menyebabkan infeksi, nyeri berulang, bahkan kerusakan gigi lainnya. Jadi, jangan tunggu sampai sakit untuk datang ke dokter gigi, periksa secara rutin agar senyum kamu tetap sehat dan nyaman setiap hari.

by: drg. Sany Antika W., Sp.Perio

Konsultasi di DX Dental Aesthetic

Di DX Dental Aesthetic, kami menggunakan teknologi terkini dan material berkualitas tinggi untuk memberikan hasil veneer yang natural, awet, dan nyaman. Dokter gigi kami berpengalaman dalam perawatan estetika gigi, termasuk veneer, untuk berbagai kebutuhan pasien.

Sudah siap memiliki senyum sehat dan menawan?
DX Dental Aesthetic hadir dengan layanan lengkap dan tenaga medis profesional untuk bantu wujudkan senyum terbaik Anda.
💬 Konsultasikan kebutuhan perawatan gigimu sekarang!

📍 Kunjungi kami di:
🔹 DX Dental Aesthetic Kedungsari
Jl. Kedungsari No.66, Kedungdoro, GHJ, Surabaya, Jawa Timur 60261

🔹 DX Dental Aesthetic MERR
Ruko Purimas, Jl. Dr. Ir. H. Soekarno B12 no 22, Gn. Anyar, Kec. Gn. Anyar, Surabaya, Jawa Timur 60294

📱 Hubungi kami via WhatsApp untuk booking & info lebih lanjut.

Leave a Comment

Promo DX Dental Aesthetic Januari 2026