Ini Dia Penyebab Gigi Patah dan Cara Mengobatinya

Ini Dia Penyebab Gigi Patah dan Cara Mengobatinya - DX Dental Aesthetic
Ini Dia Penyebab Gigi Patah dan Cara Mengobatinya - DX Dental Aesthetic

DX Dental Aesthetic — Gigi memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari mengunyah makanan hingga menunjang penampilan. Namun, tidak sedikit orang yang mengalami gigi patah tanpa disadari penyebab pastinya. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi fungsi gigi, tetapi juga dapat menimbulkan rasa nyeri, infeksi, hingga menurunkan rasa percaya diri jika dibiarkan tanpa penanganan.

Gigi patah bisa terjadi pada siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Tingkat keparahannya pun beragam, mulai dari retakan kecil pada enamel hingga patah besar yang mengenai saraf gigi. Oleh karena itu, penting untuk memahami penyebab gigi patah serta cara mengobatinya agar tidak menimbulkan komplikasi yang lebih serius.

Apa yang Dimaksud dengan Gigi Patah?

Gigi patah adalah kondisi ketika sebagian struktur gigi mengalami kerusakan atau terlepas, baik berupa retakan halus, patahan kecil, maupun pecahan besar. Gigi terdiri dari beberapa lapisan, yaitu enamel, dentin, dan pulpa atau saraf gigi. Semakin dalam lapisan yang terdampak, semakin serius kondisi gigi patah tersebut.

Pada beberapa kasus, gigi patah mungkin tidak langsung terasa sakit. Namun, jika patahan mencapai lapisan dalam, rasa ngilu atau nyeri hebat dapat muncul, terutama saat mengunyah atau mengonsumsi makanan panas dan dingin.

Penyebab Gigi Patah yang Sering Terjadi

Benturan atau Cedera

Salah satu penyebab gigi patah yang paling umum adalah benturan keras. Kecelakaan lalu lintas, terjatuh, atau cedera saat berolahraga dapat menyebabkan gigi mengalami tekanan berlebih hingga akhirnya patah. Kondisi ini sering terjadi pada gigi depan karena posisinya yang lebih terekspos.

Benturan yang tampak ringan sekalipun tetap berisiko menyebabkan retakan kecil pada gigi yang lama-kelamaan bisa berkembang menjadi patah.

Kebiasaan Menggigit Benda Keras

Menggigit es batu, membuka kemasan dengan gigi, atau menggigit benda keras lainnya merupakan kebiasaan yang sering dilakukan tanpa disadari. Tekanan yang terus-menerus dapat melemahkan struktur gigi dan meningkatkan risiko gigi patah.

Meskipun gigi terlihat kuat, enamel sebenarnya dapat retak jika menerima tekanan yang tidak semestinya.

Gigi Berlubang yang Tidak Dirawat

Gigi berlubang yang dibiarkan tanpa perawatan dapat merusak struktur gigi secara perlahan. Lubang yang semakin besar membuat gigi menjadi rapuh dan mudah patah, terutama saat digunakan untuk mengunyah makanan keras.

Dalam banyak kasus, gigi patah justru menjadi tanda bahwa kerusakan sudah terjadi sejak lama.

Tambalan Gigi yang Sudah Lama

Tambalan gigi memiliki usia pakai tertentu. Tambalan yang sudah lama atau rusak dapat melemahkan struktur gigi di sekitarnya. Ketika tekanan kunyah terjadi, gigi yang ditambal berisiko lebih tinggi mengalami patah dibandingkan gigi yang utuh.

Oleh karena itu, pemeriksaan rutin diperlukan untuk memastikan kondisi tambalan masih baik.

Kebiasaan Menggertakkan Gigi

Kebiasaan menggertakkan gigi, terutama saat tidur, dapat memberikan tekanan berlebih pada gigi. Tekanan ini berlangsung dalam waktu lama dan berulang, sehingga meningkatkan risiko gigi patah, terutama pada gigi geraham.

Tanpa disadari, kebiasaan ini dapat merusak enamel dan menyebabkan retakan kecil yang berkembang menjadi patahan.

Faktor Usia

Seiring bertambahnya usia, enamel gigi dapat menipis dan menjadi lebih rapuh. Kondisi ini membuat gigi lebih mudah patah, terutama jika disertai kebiasaan mengunyah makanan keras atau perawatan gigi yang kurang optimal.

Gejala Gigi Patah yang Perlu Diwaspadai

Gigi patah tidak selalu menimbulkan rasa sakit yang hebat. Beberapa gejala yang umum dirasakan antara lain rasa ngilu saat makan atau minum, nyeri saat mengunyah, serta permukaan gigi yang terasa tajam atau tidak rata.

Pada kondisi yang lebih parah, gigi patah dapat menyebabkan pembengkakan gusi, nyeri hebat, dan bahkan infeksi jika saraf gigi ikut terdampak.

Cara Mengobati Gigi Patah

Penambalan Gigi

Untuk gigi patah ringan yang hanya mengenai lapisan enamel atau dentin, dokter gigi dapat melakukan penambalan. Tambalan berfungsi mengembalikan bentuk dan fungsi gigi serta melindungi lapisan dalam dari paparan bakteri.

Bahan tambalan yang digunakan biasanya disesuaikan dengan lokasi dan tingkat keparahan patahan.

Pemasangan Veneer atau Crown

Jika patahan cukup besar tetapi akar gigi masih sehat, pemasangan veneer atau crown bisa menjadi solusi. Crown menutupi seluruh permukaan gigi dan memberikan perlindungan ekstra, sekaligus memperbaiki tampilan gigi yang patah.

Tindakan ini umumnya direkomendasikan untuk gigi yang mengalami kerusakan struktural cukup luas.

Perawatan Saluran Akar

Apabila gigi patah telah mencapai pulpa atau saraf gigi, perawatan saluran akar mungkin diperlukan. Prosedur ini bertujuan menghilangkan jaringan saraf yang terinfeksi dan mencegah penyebaran infeksi lebih lanjut.

Setelah perawatan saluran akar, gigi biasanya dilapisi dengan crown agar lebih kuat.

Pencabutan Gigi

Pada kondisi tertentu, gigi patah sudah tidak dapat diselamatkan karena kerusakan yang terlalu parah. Dalam situasi ini, pencabutan gigi menjadi pilihan terakhir untuk mencegah infeksi menyebar ke jaringan sekitar.

Setelah pencabutan, dokter gigi akan menyarankan opsi penggantian gigi agar fungsi pengunyahan tetap optimal.

Cara Mencegah Gigi Patah

Mencegah gigi patah dapat dilakukan dengan menghindari kebiasaan menggigit benda keras dan menggunakan pelindung gigi saat berolahraga. Menjaga kebersihan gigi dan mulut serta melakukan pemeriksaan rutin juga sangat penting untuk mendeteksi masalah sejak dini.

Selain itu, jika Anda memiliki kebiasaan menggertakkan gigi, berkonsultasilah dengan dokter gigi untuk mendapatkan solusi yang tepat.

Kesimpulan

Gigi patah dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari benturan, kebiasaan buruk, hingga kondisi gigi yang sudah melemah. Kondisi ini tidak boleh diabaikan karena dapat memicu rasa nyeri dan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan tepat.

Dengan memahami penyebab gigi patah dan mengetahui cara mengobatinya, Anda dapat mengambil langkah yang tepat untuk menjaga kesehatan gigi. Segera periksakan ke dokter gigi jika mengalami gigi patah agar penanganan dapat dilakukan sejak dini dan risiko kehilangan gigi dapat diminimalkan.

Ditulis oleh drg. Rizka Safrina A. P.

Konsultasi di DX Dental Aesthetic

Di DX Dental Aesthetic, kami menggunakan teknologi terkini dan material berkualitas tinggi untuk memberikan hasil veneer yang natural, awet, dan nyaman. Dokter gigi kami berpengalaman dalam perawatan estetika gigi, termasuk veneer, untuk berbagai kebutuhan pasien.

Sudah siap memiliki senyum sehat dan menawan?
DX Dental Aesthetic hadir dengan layanan lengkap dan tenaga medis profesional untuk bantu wujudkan senyum terbaik Anda.
💬 Konsultasikan kebutuhan perawatan gigimu sekarang!

📍 Kunjungi kami di:
🔹 DX Dental Aesthetic Kedungsari
Jl. Kedungsari No.66, Kedungdoro, GHJ, Surabaya, Jawa Timur 60261

🔹 DX Dental Aesthetic MERR
Ruko Purimas, Jl. Dr. Ir. H. Soekarno B12 no 22, Gn. Anyar, Kec. Gn. Anyar, Surabaya, Jawa Timur 60294

📱 Hubungi kami via WhatsApp untuk booking & info lebih lanjut.

Leave a Comment

Promo DX Dental Aesthetic Januari 2026