Wajah Skincare-an Tapi Gigi Karatan? Kenalan dengan Deep Cleaning untuk Napas Segar

Wajah Skincare-an Tapi Gigi Karatan? Kenalan dengan Deep Cleaning untuk Napas Segar - DX Dental Aesthetic

DX Dental Aesthetic — Dalam beberapa tahun terakhir, tren perawatan wajah atau yang lebih dikenal dengan istilah skincare telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari gaya hidup masyarakat urban. Banyak orang bersedia mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk membeli serum, pelembap, hingga menjalani berbagai prosedur estetika medis demi mendapatkan kulit yang bercahaya dan bebas jerawat. Namun, ada satu ironi yang sering kali ditemukan di balik wajah yang tampak sempurna tersebut: kesehatan rongga mulut yang terabaikan.

Tidak sedikit individu yang memiliki kulit wajah sangat terawat, namun saat tersenyum atau berbicara, terlihat tumpukan karang gigi yang mengeras dan berwarna kuning kecokelatan. Dalam bahasa awam, kondisi ini sering disebut sebagai “gigi karatan”. Masalah ini bukan sekadar urusan estetika visual, melainkan sumber utama dari masalah napas tidak sedap atau halitosis yang dapat merusak kepercayaan diri secara instan. Di sinilah prosedur Deep Cleaning Gigi menjadi krusial sebagai pelengkap rutinitas perawatan diri Anda.

Paradoks Kecantikan: Antara Skincare dan Kesehatan Gigi

Kecantikan yang holistik seharusnya tidak berhenti pada permukaan kulit wajah saja. Gigi dan gusi merupakan bagian dari ekosistem wajah yang memberikan pengaruh besar terhadap persepsi orang lain mengenai kebersihan diri seseorang. Bayangkan sebuah situasi di mana seseorang tampil dengan kulit yang glowing hasil perawatan rutin, namun ketika ia mulai berbicara, aroma napas yang tidak sedap keluar dan barisan giginya terlihat diselimuti oleh plak yang mengeras.

Karang gigi atau kalkulus dental adalah deposit mineral yang menempel sangat kuat pada gigi. Ia terbentuk dari plak bakteri yang bercampur dengan air liur dan sisa makanan yang tidak terangkat secara sempurna saat menyikat gigi. Jika dibiarkan, karang gigi ini tidak hanya akan menghitamkan area di sela-sela gigi, tetapi juga menjadi sarang kuman yang memicu peradangan gusi. Oleh karena itu, investasi pada Deep Cleaning Gigi sama pentingnya dengan investasi pada produk perawatan kulit premium.

Apa Itu Deep Cleaning Gigi?

Mungkin Anda sudah familiar dengan istilah scaling. Namun, Deep Cleaning Gigi berada pada level yang lebih mendalam dibandingkan dengan pembersihan rutin biasa. Dalam dunia kedokteran gigi, prosedur ini secara teknis disebut sebagai Scaling and Root Planing (SRP).

Prosedur ini biasanya direkomendasikan ketika dokter gigi menemukan adanya tanda-tanda penyakit periodontal, seperti gusi yang mulai merosot atau terbentuknya “kantong” (pocket) di antara gusi dan gigi. Jika pada scaling biasa dokter hanya membersihkan karang gigi yang terlihat di atas garis gusi, maka pada Deep Cleaning Gigi, pembersihan dilakukan hingga ke area di bawah garis gusi (subgingival) untuk menjangkau akar gigi.

1. Scaling (Pembersihan Karang Gigi)

Langkah pertama melibatkan pembersihan semua plak dan karang gigi dari permukaan mahkota gigi hingga mencapai bagian dasar kantong gusi. Dokter akan menggunakan alat ultrasonik yang bergetar cepat untuk merontokkan deposit mineral yang sangat keras, yang mustahil dihilangkan hanya dengan sikat gigi.

2. Root Planing (Penghalusan Akar Gigi)

Langkah kedua adalah inti dari prosedur “deep” itu sendiri. Dokter gigi akan menghaluskan permukaan akar gigi yang kasar. Mengapa ini penting? Karena permukaan akar yang kasar merupakan tempat favorit bagi bakteri untuk menempel dan berkembang biak. Dengan menghaluskan akar, gusi memiliki kesempatan untuk menempel kembali dengan kuat pada gigi, menutup celah kantong yang menjadi tempat persembunyian kuman.

Mengapa Sikat Gigi Saja Tidak Cukup?

Sering kali pasien merasa heran mengapa mereka tetap memiliki karang gigi padahal sudah menyikat gigi dua kali sehari. Perlu dipahami bahwa anatomi gigi manusia memiliki banyak celah sempit, terutama di bagian belakang dan di bawah lipatan gusi, yang sulit dijangkau oleh bulu sikat gigi konvensional.

Plak bakteri adalah lapisan tipis yang tidak terlihat yang terbentuk setiap kali kita makan. Jika plak ini tidak dibersihkan dalam waktu 24 hingga 48 jam, ia akan mulai mengeras karena proses kalsifikasi oleh mineral dari air liur. Begitu plak berubah menjadi karang gigi (kalkulus), ia menjadi sekeras semen. Sikat gigi tidak memiliki daya mekanis yang cukup untuk merontokkan karang ini. Di sinilah Deep Cleaning Gigi berperan sebagai satu-satunya cara untuk membersihkan “karat” dental tersebut secara tuntas.

Hubungan Erat Karang Gigi dengan Napas Tidak Segar

Salah satu keluhan yang paling sering membawa pasien ke klinik gigi adalah bau mulut yang kronis. Meskipun penggunaan obat kumur (mouthwash) dapat memberikan kesegaran sesaat, itu hanyalah tindakan menutupi aroma tanpa menyelesaikan sumber masalahnya.

Bakteri yang hidup di dalam tumpukan karang gigi dan di dalam kantong gusi yang dalam adalah bakteri anaerob. Bakteri jenis ini menghasilkan senyawa belerang yang mudah menguap atau Volatile Sulfur Compounds (VSC). Senyawa inilah yang memberikan aroma sangat tidak sedap pada napas manusia. Selama sarang bakterinya (yaitu karang gigi di bawah gusi) tidak dibuang melalui Deep Cleaning Gigi, maka masalah bau mulut tidak akan pernah selesai secara permanen.

Kapan Seseorang Membutuhkan Deep Cleaning Gigi?

Tidak semua orang memerlukan pembersihan mendalam pada setiap kunjungan. Namun, ada beberapa tanda klinis yang menunjukkan bahwa Anda harus segera menjadwalkan prosedur ini:

  • Gusi Berdarah Saat Sikat Gigi: Ini adalah tanda paling awal dari gingivitis atau radang gusi. Gusi yang sehat tidak akan berdarah meskipun disikat secara normal.
  • Gusi Membengkak dan Berwarna Merah Tua: Gusi yang sehat berwarna merah muda pucat dan memiliki tekstur seperti kulit jeruk (stippling). Gusi yang tampak mengilap dan bengkak menandakan adanya infeksi di bawahnya.
  • Resesi Gusi: Jika gigi Anda tampak lebih panjang dari biasanya, itu menandakan gusi Anda mulai menyusut akibat dorongan karang gigi.
  • Bau Mulut Persisten: Aroma napas yang tetap tidak sedap meskipun sudah menyikat gigi dan membersihkan lidah.
  • Rasa Logam di Mulut: Adanya darah yang merembes sedikit demi sedikit dari gusi yang terinfeksi sering kali menimbulkan sensasi rasa besi atau logam di dalam mulut.

Manfaat Deep Cleaning Gigi bagi Estetika dan Kesehatan Jangka Panjang

Menjalani prosedur Deep Cleaning Gigi memberikan manfaat yang jauh melampaui sekadar napas yang segar. Berikut adalah beberapa dampak positifnya bagi kualitas hidup Anda:

Menghentikan Kerusakan Tulang Rahang

Penyakit periodontal bukan hanya menyerang gusi, tetapi juga tulang rahang yang menopang gigi. Jika infeksi dibiarkan menyebar ke dalam, tulang rahang akan terkikis, yang pada akhirnya menyebabkan gigi menjadi goyang dan tanggal dengan sendirinya.

Meningkatkan Kesehatan Jantung dan Sistemik

Penelitian medis terbaru menunjukkan hubungan yang sangat kuat antara kesehatan gusi dan kesehatan jantung. Bakteri dari infeksi gusi dapat masuk ke dalam aliran darah dan memicu peradangan pada pembuluh darah jantung. Dengan melakukan pembersihan mendalam, Anda juga sedang menjaga kesehatan organ vital lainnya.

Menyempurnakan Hasil Skincare Wajah

Dari sisi estetika, gigi yang bersih dari karang akan membuat gusi tampak sehat dan berwarna merah muda segar. Hal ini akan melengkapi tampilan wajah yang sudah Anda rawat dengan produk skincare. Senyuman akan terlihat lebih tulus dan bersih tanpa adanya noda kuning yang mengganggu di sela gigi.

Prosedur dan Apa yang Dirasakan Pasien

Banyak pasien merasa takut akan rasa sakit saat mendengar istilah “pembersihan mendalam”. Namun, teknologi dental modern telah membuat prosedur ini jauh lebih nyaman. Karena pembersihan dilakukan hingga ke bawah garis gusi, dokter biasanya akan menawarkan anestesi lokal (pembiusan lokal) agar pasien tidak merasakan ngilu selama proses berlangsung.

Pasca prosedur, adalah hal yang normal jika gigi terasa sedikit sensitif terhadap suhu panas atau dingin selama beberapa hari. Hal ini terjadi karena karang gigi yang selama ini menutupi akar gigi telah disingkirkan, sehingga akar gigi memerlukan waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan mulut. Dokter gigi biasanya akan menyarankan penggunaan pasta gigi khusus sensitif atau pemberian gel fluoride untuk mempercepat proses adaptasi ini.

Tips Menjaga Hasil Deep Cleaning di Rumah

Setelah Anda mendapatkan “napas baru” melalui Deep Cleaning Gigi, sangat penting untuk tidak membiarkan karang gigi tersebut kembali menumpuk dengan cepat. Berikut adalah langkah-langkah yang harus dilakukan:

  1. Gunakan Dental Floss Secara Rutin: Karang gigi paling sering terbentuk di sela-sela gigi di mana sikat gigi tidak bisa masuk. Penggunaan benang gigi adalah kewajiban jika Anda tidak ingin “karatan” kembali lagi.
  2. Sikat Gigi dengan Teknik yang Benar: Pastikan bulu sikat sedikit masuk ke dalam celah gusi saat menyikat dengan gerakan memutar.
  3. Gunakan Obat Kumur Antiseptik Secara Bijak: Obat kumur dapat membantu menekan populasi bakteri setelah pembersihan, namun jangan gunakan secara berlebihan tanpa anjuran dokter.
  4. Cukupi Kebutuhan Air Putih: Air putih membantu membilas sisa makanan dan menjaga produksi air liur tetap optimal untuk menetralisir asam di mulut.

Kesimpulan

Memiliki wajah yang terawat melalui rutinitas skincare yang disiplin adalah hal yang sangat baik, namun jangan biarkan upaya tersebut sia-sia karena kesehatan gigi yang terabaikan. Gigi yang penuh karang dan napas yang tidak sedap adalah penghalang besar dalam komunikasi sosial dan profesional.

Deep Cleaning Gigi adalah solusi medis yang efektif untuk menghilangkan sumber penyakit dan aroma tidak sedap secara tuntas hingga ke akar masalahnya. Dengan menjadikan kesehatan gigi sebagai bagian integral dari rutinitas kecantikan dan kesehatan Anda, Anda tidak hanya akan mendapatkan napas yang segar setiap saat, tetapi juga menjaga integritas struktur wajah dan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Ingatlah bahwa senyum yang sehat adalah aksesori terbaik yang bisa Anda pakai untuk melengkapi wajah yang bercahaya. Segeralah kunjungi dokter gigi profesional untuk mendapatkan diagnosa dan penanganan pembersihan yang tepat agar investasi kecantikan Anda menjadi sempurna luar dan dalam.

Ditulis oleh drg. Radixtio Auzan F., Sp.KG

Konsultasi di DX Dental Aesthetic

Di DX Dental Aesthetic, kami menggunakan teknologi terkini dan material berkualitas tinggi untuk memberikan hasil veneer yang natural, awet, dan nyaman. Dokter gigi kami berpengalaman dalam perawatan estetika gigi, termasuk veneer, untuk berbagai kebutuhan pasien.

Sudah siap memiliki senyum sehat dan menawan?
DX Dental Aesthetic hadir dengan layanan lengkap dan tenaga medis profesional untuk bantu wujudkan senyum terbaik Anda.
💬 Konsultasikan kebutuhan perawatan gigimu sekarang!

📍 Kunjungi kami di:
🔹 DX Dental Aesthetic Kedungsari
Jl. Kedungsari No.66, Kedungdoro, GHJ, Surabaya, Jawa Timur 60261

🔹 DX Dental Aesthetic MERR
Ruko Purimas, Jl. Dr. Ir. H. Soekarno B12 no 22, Gn. Anyar, Kec. Gn. Anyar, Surabaya, Jawa Timur 60294

📱 Hubungi kami via WhatsApp untuk booking & info lebih lanjut.

Leave a Comment

Promo DX Dental Aesthetic Februari 2026