DX Dental Aesthetic — Kebanyakan orang menganggap bahwa gigi goyang pasti disertai rasa sakit. Namun, faktanya tidak selalu demikian. Ada banyak kasus di mana seseorang merasakan giginya goyah saat disentuh, digigit, atau saat menyikat gigi, tetapi sama sekali tidak merasa nyeri. Hal ini tentu menimbulkan pertanyaan: kenapa gigi bisa goyang padahal tidak sakit? Apakah berbahaya, dan bagaimana cara mengatasinya?
Untuk memahami hal ini, mari kita bahas penyebab, tanda-tanda, serta langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah dan mengatasinya sebelum terlambat.
Gigi Goyang Itu Normal atau Tidak?
Sebelum panik, penting untuk mengetahui dulu bahwa tidak semua gigi goyang menandakan masalah serius. Pada anak-anak, gigi goyang adalah hal yang normal, karena merupakan tanda gigi susu akan segera tanggal dan digantikan oleh gigi permanen. Namun, jika hal ini terjadi pada orang dewasa, itu bisa menjadi pertanda adanya masalah pada jaringan pendukung gigi, baik dari gusi, tulang rahang, maupun ligamen yang menahan gigi.
Gigi yang goyang tanpa rasa sakit sering kali diabaikan karena tidak menimbulkan keluhan berarti. Padahal, kondisi ini bisa berkembang menjadi masalah serius jika tidak segera ditangani.
Penyebab Gigi Goyang Padahal Tidak Sakit
Ada beberapa penyebab yang bisa membuat gigi menjadi goyah meskipun tidak terasa sakit, di antaranya:
1. Penyakit Gusi (Periodontitis)
Penyakit gusi adalah penyebab paling umum dari gigi goyang. Meskipun sering dikira hanya menyebabkan gusi berdarah, penyakit ini sebenarnya bisa merusak jaringan penyangga gigi, termasuk tulang alveolar di rahang.
Awalnya, gusi hanya mengalami peradangan ringan (gingivitis), yang bisa sembuh dengan perawatan rutin. Namun, jika dibiarkan, peradangan bisa berkembang menjadi periodontitis, yaitu infeksi yang merusak tulang di sekitar akar gigi.
Karena proses kerusakannya terjadi perlahan, gigi bisa goyah tanpa rasa sakit pada tahap awal. Saat jaringan penopang melemah, gigi kehilangan stabilitasnya dan mulai bergeser dari tempat semula.
2. Kebersihan Mulut yang Kurang Baik
Sisa makanan yang menumpuk di sela gigi dan gusi akan berubah menjadi plak dan karang gigi. Plak ini mengandung bakteri yang memicu peradangan pada gusi. Jika tidak dibersihkan, lama-kelamaan gusi menjadi longgar dan tidak mampu menopang gigi dengan kuat.
Kondisi ini bisa membuat gigi terlihat sehat di permukaan, tetapi goyah ketika disentuh, karena kerusakan terjadi di bawah gusi.
3. Tekanan Gigitan Berlebih (Bruxism)
Bruxism atau kebiasaan menggemeretakkan gigi saat tidur juga bisa menyebabkan gigi goyang. Tekanan berlebih yang terjadi terus-menerus membuat jaringan penyangga gigi menjadi lemah.
Masalahnya, banyak orang tidak sadar bahwa mereka memiliki kebiasaan ini. Akibatnya, mereka baru menyadari giginya goyah tanpa tahu penyebab pastinya, karena tidak disertai rasa sakit.
4. Trauma atau Benturan pada Gigi
Gigi bisa goyang akibat benturan keras, misalnya karena kecelakaan, jatuh, atau olahraga kontak seperti sepak bola dan basket.
Meskipun tidak menimbulkan nyeri langsung, benturan tersebut dapat melonggarkan jaringan ikat di sekitar akar gigi, sehingga gigi terasa tidak stabil. Jika tidak ditangani, kondisi ini bisa memburuk dan memengaruhi gigi lainnya.
5. Perubahan Hormonal atau Penyakit Sistemik
Pada beberapa kasus, perubahan hormon (seperti saat kehamilan atau menopause) dapat memengaruhi jaringan gusi dan membuat gigi terasa lebih longgar.
Selain itu, penyakit seperti diabetes, osteoporosis, dan defisiensi vitamin D atau kalsium juga bisa memengaruhi kekuatan tulang rahang dan jaringan pendukung gigi.
6. Gigi yang Sudah Lama Tidak Dirawat
Jika gigi pernah ditambal atau dipasangi mahkota (crown) tapi tidak dirawat dengan baik, struktur di sekitarnya bisa melemah seiring waktu. Gigi yang rusak di bagian dalam bisa tampak normal di luar, tapi sebenarnya tidak stabil di akar.
Ciri-Ciri Gigi Mulai Goyang
Tidak semua orang langsung menyadari bahwa giginya mulai longgar. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:
- Gigi terasa sedikit bergeser saat menggigit makanan keras.
- Ada jarak kecil antara gigi yang sebelumnya rapat.
- Gusi tampak turun atau menipis di sekitar gigi.
- Terasa ada “getaran” kecil ketika menyikat gigi.
- Gusi mudah berdarah atau terasa lembek.
Jika kamu merasakan salah satu tanda tersebut, sebaiknya segera periksa ke dokter gigi sebelum kondisinya memburuk.
Apa yang Terjadi Jika Gigi Goyang Dibiarkan?
Meskipun tidak sakit, gigi goyang tidak boleh diabaikan. Jika tidak ditangani, bisa muncul beberapa risiko seperti:
- Gigi menjadi semakin longgar dan akhirnya tanggal.
- Penyakit gusi semakin parah dan merusak tulang rahang.
- Gigi di sekitarnya ikut terpengaruh dan kehilangan kekuatannya.
- Kesulitan mengunyah dan berbicara.
- Penurunan estetika karena posisi gigi berubah.
Semakin cepat gigi goyang ditangani, semakin besar kemungkinan untuk menyelamatkannya tanpa perlu dicabut.
Cara Mengatasi Gigi Goyang Tanpa Rasa Sakit
Perawatan untuk gigi goyah tergantung pada penyebabnya. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:
1. Scaling dan Pembersihan Karang Gigi
Jika penyebabnya adalah penyakit gusi atau penumpukan plak, dokter akan melakukan scaling untuk membersihkan karang gigi dan bakteri di bawah gusi. Setelah jaringan gusi sembuh, gigi biasanya akan kembali lebih kuat.
2. Splinting Gigi
Pada kasus gigi yang goyah karena trauma atau tekanan berlebih, dokter dapat melakukan splinting, yaitu mengikat gigi goyang dengan gigi sehat di sebelahnya agar stabil dan tidak bergerak saat proses penyembuhan.
3. Perawatan Periodontal Lanjutan
Jika kerusakan jaringan penopang sudah parah, dokter mungkin perlu melakukan perawatan bedah gusi (flap surgery) untuk membersihkan infeksi di bagian yang lebih dalam.
4. Penggunaan Pelindung Gigi (Mouthguard)
Untuk kamu yang memiliki kebiasaan menggemeretakkan gigi (bruxism), penggunaan mouthguard saat tidur bisa membantu mengurangi tekanan dan mencegah gigi semakin longgar.
5. Perubahan Gaya Hidup dan Pola Makan
Konsumsi makanan kaya kalsium, vitamin D, dan fosfor untuk menjaga kekuatan tulang rahang dan gigi. Hindari juga kebiasaan buruk seperti merokok, menggigit benda keras, atau membuka botol dengan gigi.
Kesimpulan
Jadi, kenapa gigi bisa goyang padahal tidak sakit? Penyebabnya bisa beragam, mulai dari penyakit gusi, penumpukan plak, trauma, hingga tekanan berlebih akibat kebiasaan tertentu. Walau tidak menimbulkan nyeri, kondisi ini tidak boleh dianggap sepele karena bisa menjadi tanda awal penyakit periodontal yang serius.
Langkah terbaik adalah melakukan pemeriksaan gigi rutin minimal dua kali setahun, menjaga kebersihan mulut dengan baik, serta segera konsultasi ke dokter gigi jika mulai merasakan gigi terasa longgar.
Menjaga gusi tetap sehat berarti menjaga gigi tetap kuat. Karena tanpa gusi yang sehat, gigi sekuat apa pun tidak akan bisa berdiri dengan kokoh di tempatnya.
by: drg. Ryan Ade Putra Kusuma
Konsultasi di DX Dental Aesthetic
Di DX Dental Aesthetic, kami menggunakan teknologi terkini dan material berkualitas tinggi untuk memberikan hasil veneer yang natural, awet, dan nyaman. Dokter gigi kami berpengalaman dalam perawatan estetika gigi, termasuk veneer, untuk berbagai kebutuhan pasien.
Sudah siap memiliki senyum sehat dan menawan?
DX Dental Aesthetic hadir dengan layanan lengkap dan tenaga medis profesional untuk bantu wujudkan senyum terbaik Anda.
💬 Konsultasikan kebutuhan perawatan gigimu sekarang!
📍 Kunjungi kami di:
🔹 DX Dental Aesthetic Kedungsari
Jl. Kedungsari No.66, Kedungdoro, GHJ, Surabaya, Jawa Timur 60261
🔹 DX Dental Aesthetic MERR
Ruko Purimas, Jl. Dr. Ir. H. Soekarno B12 no 22, Gn. Anyar, Kec. Gn. Anyar, Surabaya, Jawa Timur 60294
📱 Hubungi kami via WhatsApp untuk booking & info lebih lanjut.












