Mitos dan Fakta Seputar Kesehatan Gigi

Mitos dan Fakta Seputar Kesehatan Gigi - DX Dental Aesthetic

DX Dental Aesthetic – Kesehatan gigi sering kali jadi topik yang penuh dengan berbagai pendapat, nasihat, bahkan kepercayaan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Sayangnya, tidak semua yang kita dengar itu benar. Ada banyak mitos kesehatan gigi yang justru bisa menyesatkan dan membuat orang salah dalam merawat giginya. Padahal, jika ingin gigi tetap sehat, kita perlu memahami fakta kesehatan gigi yang benar berdasarkan ilmu kedokteran gigi.

Misalnya, ada mitos yang mengatakan bahwa “sikat gigi kuat-kuat biar gigi makin bersih”, padahal faktanya justru bisa merusak enamel dan membuat gusi luka. Ada juga yang percaya kalau gigi susu anak tidak perlu dirawat karena akan diganti gigi permanen. Faktanya, gigi susu sangat penting untuk menjaga posisi gigi tetap rapi.

Di artikel ini, kita akan membahas secara lengkap mitos dan fakta seputar kesehatan gigi. Dengan begitu, Anda bisa lebih bijak dalam merawat gigi, serta tahu mana kebiasaan yang perlu diterapkan dan mana yang harus dihindari.

Mengapa Banyak Mitos Tentang Kesehatan Gigi?

Sebelum membahas lebih dalam, mari kita pahami dulu kenapa mitos kesehatan gigi begitu banyak beredar.

  1. Kurangnya edukasi medis
    Tidak semua orang punya akses atau kebiasaan memeriksakan diri ke dokter gigi. Akhirnya, informasi yang dipercaya sering hanya berdasarkan cerita orang tua atau tetangga.
  2. Pengaruh budaya dan kebiasaan
    Di beberapa daerah, ada kebiasaan tertentu yang dianggap baik untuk gigi, padahal justru merugikan. Misalnya, mengunyah sirih yang dipercaya menguatkan gigi, tetapi sebenarnya bisa merusak enamel.
  3. Takut ke dokter gigi
    Banyak orang lebih memilih mencari solusi sendiri daripada berkonsultasi dengan dokter. Akibatnya, mitos lebih cepat menyebar dibandingkan fakta.
  4. Pengaruh iklan dan media
    Tidak jarang, promosi produk tertentu membentuk persepsi yang salah tentang perawatan gigi.

Daftar Mitos dan Fakta Seputar Kesehatan Gigi

Berikut adalah beberapa mitos kesehatan gigi yang sering kita dengar, lengkap dengan fakta kesehatan gigi yang sebenarnya.

1. Mitos: “Kalau gigi sakit, cabut saja.”

Fakta: Tidak semua sakit gigi harus dicabut.
Banyak orang percaya bahwa gigi yang sakit lebih baik dicabut agar tidak mengganggu. Padahal, sakit gigi bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari gigi berlubang, infeksi gusi, hingga masalah saraf gigi. Dalam banyak kasus, gigi masih bisa diselamatkan dengan perawatan seperti tambal gigi atau perawatan saluran akar (root canal). Pencabutan hanya dilakukan jika gigi benar-benar tidak bisa dipertahankan.

2. Mitos: “Gigi susu tidak perlu dirawat karena akan diganti.”

Fakta: Gigi susu sangat penting.
Banyak orang tua yang mengabaikan kesehatan gigi susu anak. Faktanya, gigi susu berperan penting dalam:

  • Membantu anak mengunyah makanan.
  • Membantu perkembangan bicara.
  • Menjaga ruang untuk gigi permanen agar tumbuh rapi.
    Jika gigi susu rusak atau tanggal terlalu cepat, gigi permanen bisa tumbuh miring atau berdesakan.

3. Mitos: “Sikat gigi semakin keras, gigi semakin bersih.”

Fakta: Sikat gigi terlalu keras justru berbahaya.
Menyikat gigi dengan tekanan berlebihan bisa mengikis enamel gigi dan melukai gusi. Akibatnya, gigi menjadi sensitif dan mudah berlubang. Yang benar adalah menyikat gigi dengan lembut menggunakan gerakan melingkar selama 2 menit.

4. Mitos: “Jika gusi berdarah saat sikat gigi, sebaiknya berhenti sikat gigi.”

Fakta: Justru harus tetap menjaga kebersihan gigi dan gusi.
Gusi berdarah biasanya tanda adanya peradangan (gingivitis) akibat plak menumpuk. Jika berhenti sikat gigi, plak akan semakin menumpuk dan peradangan makin parah. Solusinya adalah sikat gigi dengan benar, gunakan benang gigi, dan konsultasikan ke dokter gigi.

5. Mitos: “Permen karet bisa menggantikan sikat gigi.”

Fakta: Permen karet hanya membantu sementara.
Permen karet tanpa gula memang bisa merangsang produksi air liur yang membantu membersihkan sisa makanan. Namun, itu tidak bisa menggantikan fungsi sikat gigi. Sikat gigi dan benang gigi tetap diperlukan untuk membersihkan plak yang menempel di sela gigi.

6. Mitos: “Memutihkan gigi bisa merusak enamel.”

Fakta: Jika dilakukan dengan cara yang benar, aman.
Banyak orang takut perawatan gigi putih (teeth whitening) karena dianggap merusak enamel. Faktanya, prosedur ini aman jika dilakukan oleh dokter gigi dengan bahan dan teknik yang tepat. Yang berbahaya adalah pemutihan gigi sembarangan dengan bahan kimia tanpa pengawasan medis.

7. Mitos: “Gigi kuning lebih kuat daripada gigi putih.”

Fakta: Warna gigi tidak menentukan kekuatan.
Gigi bisa berwarna putih, kuning, atau agak kecokelatan karena faktor genetika, makanan, minuman, atau kebiasaan. Warna gigi bukan indikator kekuatan gigi. Yang lebih penting adalah ketebalan enamel dan kesehatan jaringan di dalamnya.

8. Mitos: “Makan gula pasti bikin gigi berlubang.”

Fakta: Yang bikin gigi berlubang adalah bakteri, bukan gula secara langsung.
Gula memang memberi makan bakteri di mulut yang menghasilkan asam penyebab kerusakan gigi. Tetapi, gigi tidak akan langsung berlubang hanya karena makan gula. Risiko akan meningkat jika gula dibiarkan menempel di gigi tanpa dibersihkan. Jadi, kuncinya adalah menjaga kebersihan mulut setelah mengonsumsi makanan manis.

9. Mitos: “Gigi yang goyang pasti akan copot.”

Fakta: Tidak selalu.
Gigi goyang pada orang dewasa bisa disebabkan oleh penyakit gusi (periodontitis) atau trauma. Dengan perawatan yang tepat, gigi yang goyang bisa distabilkan dan tidak perlu dicabut.

10. Mitos: “Obat kumur bisa menggantikan sikat gigi.”

Fakta: Obat kumur hanya tambahan, bukan pengganti.
Obat kumur bisa membantu mengurangi bau mulut dan membunuh bakteri, tetapi tidak bisa menghilangkan plak dan sisa makanan seperti sikat gigi. Jadi, tetap wajib menyikat gigi minimal dua kali sehari.

11. Mitos: “Semakin sering sikat gigi, semakin sehat.”

Fakta: Sikat gigi cukup 2–3 kali sehari.
Menyikat gigi terlalu sering justru bisa merusak enamel. Yang terpenting adalah kualitas, bukan kuantitas. Sikat gigi di pagi hari setelah sarapan dan malam sebelum tidur sudah cukup.

12. Mitos: “Tidak sakit berarti gigi sehat.”

Fakta: Banyak masalah gigi tidak terasa sakit di awal.
Lubang kecil di gigi sering tidak menimbulkan rasa sakit sampai sudah cukup parah. Begitu juga dengan penyakit gusi yang bisa berkembang tanpa gejala. Oleh karena itu, pemeriksaan rutin ke dokter gigi tetap penting meskipun tidak ada keluhan.

Tips Menjaga Kesehatan Gigi Berdasarkan Fakta

Setelah mengetahui berbagai mitos kesehatan gigi dan fakta yang benar, berikut beberapa tips sederhana yang bisa diterapkan:

  1. Sikat gigi minimal dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride.
  2. Gunakan benang gigi untuk membersihkan sela gigi.
  3. Batasi makanan dan minuman manis.
  4. Minum air putih yang cukup.
  5. Jangan menunda periksa ke dokter gigi, lakukan minimal 6 bulan sekali.
  6. Jangan percaya begitu saja pada informasi yang tidak jelas sumbernya.

Tabel Ringkas: Mitos vs Fakta Kesehatan Gigi

Mitos Kesehatan GigiFakta Kesehatan Gigi
Sikat gigi keras lebih bersihSikat gigi keras merusak enamel dan gusi
Gigi susu tidak perlu dirawatGigi susu penting untuk pertumbuhan gigi permanen
Obat kumur bisa ganti sikat gigiObat kumur hanya pelengkap, bukan pengganti
Gula langsung bikin gigi berlubangGula jadi makanan bakteri, yang menyebabkan kerusakan
Tidak sakit berarti gigi sehatBanyak masalah gigi tidak menimbulkan rasa sakit awalnya
Permen karet bisa ganti sikat gigiHanya membantu sementara, tetap perlu sikat gigi
Gigi kuning lebih kuatWarna gigi tidak menentukan kekuatan
Whitening merusak enamelAman jika dilakukan oleh dokter gigi

Penutup

Banyak orang masih terjebak dalam mitos kesehatan gigi yang turun-temurun, padahal tidak semuanya benar. Dengan memahami fakta kesehatan gigi, kita bisa lebih bijak dalam merawat mulut dan mencegah masalah serius di kemudian hari. Ingatlah bahwa informasi yang benar akan membantu menjaga kesehatan gigi dalam jangka panjang, bukan hanya untuk estetika, tetapi juga untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Jadi, jangan mudah percaya pada mitos yang belum terbukti. Jika ragu, selalu konsultasikan langsung dengan dokter gigi. Senyum sehat dan percaya diri dimulai dari gigi yang dirawat dengan benar.

by: drg. Rizka Safrina A. P.

Konsultasi di DX Dental Aesthetic

Di DX Dental Aesthetic, kami menggunakan teknologi terkini dan material berkualitas tinggi untuk memberikan hasil veneer yang natural, awet, dan nyaman. Dokter gigi kami berpengalaman dalam perawatan estetika gigi, termasuk veneer, untuk berbagai kebutuhan pasien.

Sudah siap memiliki senyum sehat dan menawan?
DX Dental Aesthetic hadir dengan layanan lengkap dan tenaga medis profesional untuk bantu wujudkan senyum terbaik Anda.
💬 Konsultasikan kebutuhan perawatan gigimu sekarang!

📍 Kunjungi kami di:
🔹 DX Dental Aesthetic Kedungsari
Jl. Kedungsari No.66, Kedungdoro, GHJ, Surabaya, Jawa Timur 60261

🔹 DX Dental Aesthetic MERR
Ruko Purimas, Jl. Dr. Ir. H. Soekarno B12 no 22, Gn. Anyar, Kec. Gn. Anyar, Surabaya, Jawa Timur 60294

📱 Hubungi kami via WhatsApp untuk booking & info lebih lanjut.

Leave a Comment

Promo DX Dental Aesthetic Januari 2026