DX Dental Aesthetic — Banyak orang sering mengeluhkan rasa pusing atau sakit kepala yang datang terus-menerus meskipun sudah mengonsumsi obat pereda nyeri. Namun, tidak banyak yang menyadari bahwa sumber masalah tersebut mungkin bukan berada di kepala, melainkan jauh di dalam rongga mulut, tepatnya pada gigi bungsu. Hubungan antara kesehatan gigi dan sistem saraf pusat sangatlah erat, sehingga gangguan pada pertumbuhan gigi dapat memicu komplikasi yang memengaruhi kenyamanan tubuh secara keseluruhan.
Gigi bungsu, atau dalam istilah medis disebut sebagai molar ketiga, merupakan gigi terakhir yang tumbuh dalam fase perkembangan manusia. Biasanya, gigi ini mulai muncul pada rentang usia 17 hingga 25 tahun. Karena tumbuh paling akhir, seringkali rahang manusia sudah tidak memiliki ruang yang cukup untuk menampungnya. Kondisi inilah yang memicu terjadinya impaksi, di mana gigi tumbuh miring, terpendam, atau hanya muncul sebagian. Artikel ini akan mengupas tuntas mengapa gigi bungsu yang tumbuh miring bisa menyebabkan pusing dan mengapa Anda tidak boleh meremehkan kondisi ini.
Apa Itu Gigi Bungsu dan Mengapa Sering Bermasalah?
Gigi bungsu adalah sisa evolusi dari nenek moyang manusia terdahulu yang memiliki rahang lebih lebar dan kuat untuk mengunyah makanan mentah serta keras. Seiring berjalannya waktu, pola makan manusia berubah menjadi lebih lembut, yang mengakibatkan rahang manusia modern cenderung mengecil. Akibatnya, ketika saatnya gigi bungsu untuk tumbuh, ia sering kali kehilangan “lahan” untuk tumbuh secara normal dan tegak lurus.
Masalah utama pada gigi bungsu adalah impaksi. Impaksi terjadi ketika gigi tidak dapat menembus gusi sepenuhnya karena terhalang oleh gigi tetangga atau struktur tulang rahang. Ketika gigi ini mencoba memaksakan diri untuk keluar dalam ruang yang sempit, ia akan mulai tumbuh dengan sudut yang tidak wajar. Ada yang tumbuh mendatar (horizontal), miring ke depan ke arah gigi geraham kedua (mesioangular), atau bahkan tumbuh ke arah belakang (distoangular). Ketidakteraturan posisi inilah yang menjadi awal dari berbagai keluhan fisik, termasuk rasa pusing yang mengganggu.
Hubungan Antara Gigi Bungsu Miring dengan Sakit Kepala dan Pusing
Mungkin Anda bertanya-tanya, bagaimana bisa masalah pada gigi menyebabkan kepala terasa pusing? Penjelasannya terletak pada anatomi saraf wajah. Di area rahang terdapat saraf besar yang disebut saraf trigeminal. Saraf ini merupakan saraf kranial kelima yang bertanggung jawab untuk memberikan sensasi pada wajah, termasuk area mulut, gusi, dan gigi.
Ketika gigi bungsu tumbuh miring dan mengalami impaksi, ia akan memberikan tekanan konstan pada gigi di sebelahnya dan jaringan saraf di sekitarnya. Tekanan ini akan mengirimkan sinyal nyeri ke otak melalui saraf trigeminal. Namun, otak terkadang mengalami kesulitan untuk menentukan titik persis sumber nyeri tersebut. Fenomena ini disebut sebagai referred pain atau nyeri rujukan. Akibatnya, rasa sakit yang seharusnya berpusat di gusi belakang justru dirasakan sebagai sakit kepala berdenyut atau pusing di area pelipis dan belakang kepala.
Selain tekanan langsung pada saraf, gigi bungsu yang tumbuh miring juga dapat mengganggu keseimbangan gigitan atau oklusi. Saat gigi bungsu mendorong gigi-gigi lainnya, susunan gigi menjadi berjejal dan tidak rata. Hal ini memaksa otot-otot rahang untuk bekerja lebih keras saat mengunyah atau berbicara. Ketegangan otot rahang yang berlangsung terus-menerus ini dapat menjalar ke otot leher dan kepala, yang pada akhirnya memicu sakit kepala tipe tegang (tension headache) atau vertigo ringan.
Mengenal Berbagai Posisi Impaksi Gigi Bungsu
Kondisi pertumbuhan gigi bungsu setiap orang berbeda-beda. Dalam dunia kedokteran gigi, terdapat beberapa kategori posisi impaksi yang umum ditemui melalui pemeriksaan rontgen panoramic:
- Impaksi Mesioangular: Ini adalah kondisi yang paling sering ditemukan. Gigi tumbuh miring ke arah depan, seolah-olah ingin menabrak gigi geraham kedua. Tekanan pada akar gigi geraham kedua inilah yang sering memicu rasa ngilu dan pusing.
- Impaksi Horizontal: Gigi tumbuh dalam posisi mendatar sepenuhnya di dalam tulang rahang. Posisi ini sangat berisiko karena dapat merusak struktur akar gigi tetangga secara permanen.
- Impaksi Vertikal: Gigi berada dalam posisi tegak, namun tetap tidak bisa keluar karena terperangkap oleh tulang atau gusi yang tebal.
- Impaksi Distoangular: Gigi tumbuh miring ke arah belakang rahang. Meskipun jarang, posisi ini merupakan salah satu yang paling sulit untuk dilakukan tindakan pencabutan karena letaknya yang jauh di sudut rahang.
Setiap posisi di atas memiliki potensi yang sama dalam menyebabkan gangguan kenyamanan kepala jika tidak segera ditangani oleh tenaga profesional.
Gejala Lain yang Perlu Diwaspadai
Pusing hanyalah salah satu dari sekian banyak sinyal yang dikirimkan oleh tubuh saat gigi bungsu bermasalah. Anda perlu waspada jika pusing tersebut disertai dengan gejala-gejala berikut:
- Nyeri Gusi dan Pembengkakan: Area gusi di paling belakang sering terasa berdenyut, kemerahan, dan membengkak. Hal ini biasanya menandakan adanya peradangan yang disebut perikoronitis.
- Kekakuan Rahang: Anda mungkin merasa sulit atau nyeri saat membuka mulut lebar-lebar (trismus). Hal ini terjadi karena peradangan sudah memengaruhi otot-otot pengunyah.
- Aroma Napas Tidak Sedap: Karena posisi gigi bungsu yang miring seringkali menciptakan celah kecil yang sulit dijangkau sikat gigi, sisa makanan akan terjebak di sana. Pembusukan makanan ini memicu bau mulut yang kronis meskipun Anda sudah rajin menyikat gigi.
- Rasa Tidak Enak di Mulut: Terkadang muncul cairan nanah di sekitar gusi gigi bungsu yang menyebabkan rasa pahit atau logam di dalam mulut.
- Pembengkakan Kelenjar Getah Bening: Dalam kasus infeksi yang lebih serius, kelenjar di bawah rahang atau leher bisa ikut membengkak sebagai respon imun tubuh.
Mengapa Membiarkan Gigi Bungsu Miring Berbahaya?
Mengabaikan gigi bungsu yang tumbuh miring dengan harapan rasa sakitnya akan hilang sendiri adalah kesalahan besar. Ada efek domino yang dapat terjadi jika kondisi ini dibiarkan tanpa penanganan medis:
1. Kerusakan Gigi Tetangga
Gigi geraham kedua yang berada tepat di depan gigi bungsu adalah korban pertama. Tekanan terus-menerus dapat menyebabkan resopsi atau pengikisan pada akar gigi tersebut. Jika ini terjadi, Anda mungkin tidak hanya kehilangan gigi bungsu, tetapi juga harus merelakan gigi geraham kedua Anda.
2. Terbentuknya Kista atau Tumor
Gigi bungsu berkembang di dalam sebuah kantong (folikel) di dalam tulang rahang. Jika gigi tidak tumbuh normal, kantong ini bisa terisi cairan dan berkembang menjadi kista dentigerous. Kista yang membesar dapat merusak tulang rahang dan saraf di sekitarnya. Dalam kasus yang jarang, kista ini dapat berkembang menjadi tumor rahang non-kanker yang memerlukan operasi besar.
3. Penyakit Gusi dan Gigi Berlubang
Karena posisinya yang miring, terbentuklah “kantong” bakteri di antara gigi bungsu dan gigi sebelahnya. Kantong ini tidak mungkin dibersihkan dengan sikat gigi biasa maupun dental floss. Akibatnya, karies atau gigi berlubang akan terbentuk dengan cepat, baik pada gigi bungsu itu sendiri maupun pada gigi geraham kedua.
4. Merusak Susunan Gigi yang Sudah Rapi
Bagi Anda yang pernah menjalani perawatan behel atau ortodonti, gigi bungsu yang tumbuh miring bisa menjadi musuh utama. Dorongan dari gigi bungsu dapat menggeser barisan gigi depan, membuat gigi kembali berjejal dan merusak hasil perawatan estetik yang sudah dilakukan bertahun-tahun.
Prosedur Odontektomi: Solusi Modern untuk Gigi Bungsu
Jika dokter gigi memastikan bahwa pusing yang Anda alami berasal dari impaksi gigi bungsu, maka tindakan yang disarankan adalah odontektomi. Berbeda dengan cabut gigi biasa, odontektomi adalah prosedur bedah mulut kecil untuk mengeluarkan gigi yang terpendam atau miring.
Banyak pasien merasa takut saat mendengar kata “operasi”, namun teknologi kedokteran gigi modern saat ini telah membuat prosedur ini jauh lebih nyaman. Berikut adalah tahapan umum prosedur odontektomi:
- Pembiusan: Dokter akan memberikan anestesi lokal sehingga area rahang akan menjadi benar-benar mati rasa. Anda tetap sadar tetapi tidak akan merasakan sakit selama prosedur berlangsung.
- Pembukaan Akses: Dokter akan membuat sayatan kecil pada gusi untuk mengekspos gigi dan tulang rahang yang menghalangi.
- Pemisahan Gigi: Seringkali, gigi bungsu perlu dipotong menjadi beberapa bagian kecil agar lebih mudah dikeluarkan tanpa harus merusak banyak jaringan tulang di sekitarnya.
- Pembersihan dan Penjahitan: Setelah gigi berhasil dikeluarkan, area tersebut akan dibersihkan dari sisa-sisa jaringan dan kemudian dijahit untuk mempercepat proses penyembuhan.
Di klinik yang modern seperti dxdentalaesthetic Surabaya, prosedur ini dilakukan dengan presisi tinggi menggunakan alat-alat steril dan teknik terbaru untuk meminimalisir pembengkakan pasca-operasi.
Persiapan Sebelum dan Sesudah Operasi Gigi Bungsu
Keberhasilan penanganan gigi bungsu tidak hanya bergantung pada dokter, tetapi juga pada kepatuhan pasien dalam melakukan persiapan dan perawatan pasca-tindakan.
Persiapan Sebelum Tindakan
Pastikan Anda telah melakukan rontgen panoramic terbaru agar dokter dapat melihat posisi akar gigi terhadap saraf secara akurat. Informasikan juga kepada dokter mengenai riwayat penyakit sistemik atau obat-obatan yang sedang Anda konsumsi, terutama obat pengencer darah. Tidur yang cukup dan sarapan yang tepat (kecuali jika disarankan puasa oleh dokter) sangat membantu kestabilan kondisi fisik Anda saat tindakan.
Perawatan Pasca-Operasi
Setelah operasi, rasa pusing yang berasal dari tekanan gigi bungsu biasanya akan hilang secara bertahap. Namun, Anda harus melewati masa pemulihan luka operasi:
- Gigit Kasa: Lakukan selama 30-60 menit untuk membantu penghentian perdarahan.
- Kompres Dingin: Gunakan es batu yang dibalut kain pada area pipi luar selama 24 jam pertama untuk mengurangi risiko bengkak.
- Hindari Mengisap: Jangan menggunakan sedotan atau merokok, karena tekanan negatif dapat melepas bekuan darah yang berfungsi sebagai pelindung luka (mencegah dry socket).
- Konsumsi Makanan Lunak: Untuk sementara waktu, pilihlah bubur, yoghurt, atau sup hangat (bukan panas) guna menghindari iritasi pada area jahitan.
- Minum Obat Sesuai Resep: Dokter akan memberikan antibiotik untuk mencegah infeksi dan pereda nyeri untuk kenyamanan Anda.
Perawatan Gigi Bungsu di dxdentalaesthetic Surabaya
Bagi warga Surabaya yang mengalami keluhan pusing kronis dan mencurigai gigi bungsu sebagai penyebabnya, mencari klinik yang tepat adalah langkah krusial. dxdentalaesthetic Surabaya hadir sebagai solusi klinik gigi estetik dan spesialis yang mengedepankan kenyamanan pasien.
Dengan fasilitas diagnostik yang lengkap, tim dokter di dxdentalaesthetic akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk memastikan apakah keluhan Anda memang berkaitan dengan impaksi gigi. Penanganan yang dilakukan tidak hanya fokus pada pencabutan gigi, tetapi juga memperhatikan aspek estetika dan kesehatan jangka panjang rongga mulut Anda. Lingkungan klinik yang bersih dan semi-formal memastikan setiap pasien merasa tenang saat menjalani prosedur bedah mulut.
Kesimpulan
Pusing dan sakit kepala sering kali menjadi cara tubuh memberitahu bahwa ada sesuatu yang tidak beres di area rahang. Gigi bungsu yang tumbuh miring bukan sekadar masalah kecil tentang posisi gigi yang tidak rapi, melainkan sumber potensi infeksi, kerusakan saraf, dan gangguan sistemik lainnya.
Melalui pemeriksaan sejak dini, Anda dapat mencegah komplikasi yang lebih berat dan menghemat biaya perawatan jangka panjang. Jangan membiarkan rasa sakit menghambat produktivitas harian Anda. Segera konsultasikan keluhan Anda ke dokter gigi untuk mendapatkan pemeriksaan rontgen dan diagnosa yang tepat. Menghilangkan sumber nyeri pada gigi bungsu seringkali menjadi kunci utama untuk mendapatkan kembali kualitas hidup yang bebas dari pusing terus-menerus. Dengan penanganan yang profesional, prosedur yang dulunya dianggap menakutkan kini bisa dijalani dengan aman dan nyaman demi kesehatan masa depan Anda.
Ditulis oleh drg. Yosefin Adventa
Konsultasi di DX Dental Aesthetic
Di DX Dental Aesthetic, kami menggunakan teknologi terkini dan material berkualitas tinggi untuk memberikan hasil veneer yang natural, awet, dan nyaman. Dokter gigi kami berpengalaman dalam perawatan estetika gigi, termasuk veneer, untuk berbagai kebutuhan pasien.
Sudah siap memiliki senyum sehat dan menawan?
DX Dental Aesthetic hadir dengan layanan lengkap dan tenaga medis profesional untuk bantu wujudkan senyum terbaik Anda.
💬 Konsultasikan kebutuhan perawatan gigimu sekarang!
📍 Kunjungi kami di:
🔹 DX Dental Aesthetic Kedungsari
Jl. Kedungsari No.66, Kedungdoro, GHJ, Surabaya, Jawa Timur 60261
🔹 DX Dental Aesthetic MERR
Ruko Purimas, Jl. Dr. Ir. H. Soekarno B12 no 22, Gn. Anyar, Kec. Gn. Anyar, Surabaya, Jawa Timur 60294
📱 Hubungi kami via WhatsApp untuk booking & info lebih lanjut.












